Kasadar.com | Sejak awal diperingati pada 1 Oktober 2015, perlahan kopi mulai menanjak popularitasnya sampai saat ini. Berbagai varian kopi pun bermunculan dan kopi menjadi sebuah bisnis yang menggiurkan.
Kopi memiliki berbagai manfaat sehat antara lain bisa mengurangi gangguan fungsi otak, risiko diabetes tipe 2, menurunkan risiko kanker, melindungi hati, sampai mencegah depresi.

Mengutip berbagai sumber dalam secangkir (240 ml) kopi hitam mengandung 2 kalori, lemak 0,05 gram, karbohidrat 0,09, dan protein 0,28 gram, kandungan gula dan serat 0 gram.

Hanya saja, dari bentuk versi olahan asli sampai variasi kreatifnya, kopi mengalami banyak perubahan. Meski mungkin rasanya makin enak (bagi beberapa orang, termasuk yang bukan pecinta kopi), namun masihkah kopi jadi minuman yang menyehatkan?

“Kopi sebenarnya sehat, tapi terkadang bahan campuran di dalamnya yang kerap membuat kopi jadi berkurang khasiatnya, dan mungkin berisiko terhadap kesehatan,” kata Ahli Gizi, Ika Setyani.

“Ada beberapa aturan untuk membuat konsumsi kopi sehari-hari jadi lebih sehat.”

1. Jangan terlalu banyak gula

Coba perhatikan berapa pump gula cair yang ditambahkan ke dalam kopi susu kekinian yang Anda pesan?

Salah satu masalah yang kerap muncul ketika minum kopi adalah penambahan gula yang cenderung berlebihan untuk satu porsinya.

“Sesuai anjuran kementerian Kesehatan, konsumsi gula maksimal adalah 50 miligram atau 4 sdm per hari. Ini total per hari, dan ini dihitung bukan cuma ketika Anda minum teh atau kopi kemudian tambah gula berapa sendok,” ucapnya.

“Ingat, semua makanan yang Anda makan itu juga mengandung gula, dan itu juga masuk dalam hitungan angka kecukupan gizi, jadi gula yang ada di nasi atau karbohidrat lain juga masuk dalam hitungan total 4 sdm gula per hari.”

Ika juga mengungkapkan untuk tak terlalu banyak konsumsi kopi kekinian yang tinggi gula dan lemak. Jika memungkinkan mintalah tanpa gula atau less sugar dengan meminta gula per 1 pump saja. Terlalu banyak asupan gula dalam tubuh akan berakibat pada tingginya risiko diabetes.

2. Minum kopi sehabis makan

Tak dimungkiri, banyak orang yang sulit memulai hari tanpa secangkir kopi. Namun ini tak berarti Anda bisa minum kopi dengan perut kosong.

Tak dimungkiri, kopi mengandung asam. Meski tingkat keasaman umumnya berkisar pada pH 5 dan aman dikonsumsi, namun minum kopi ketika perut kosong sangat berbahaya.

“Minum kopi harus setelah makan. Minum kopi sebelum makan bisa meningkatkan kadar asam lambung yang bersifat korosif. Saat belum makan asam lambung akan meningkat, asamnya makin naik kalau ditambah kopi,” katanya.

Selain itu mengutip berbagai sumber, minum kopi sebelum makan juga berpotensi menyebabkan berbagai masalah misalnya gangguan penyerapan nutrisi, dehidrasi, sampai produksi hormon serotonin terhambat.

3. Sekali sehari

“Kopi itu mengandung kafein tinggi dan sifatnya diuretik (mengeluarkan cairan tubuh) yang ditandai dengan sering buang air kecil,” katanya.

“Minum kopi terus-menerus, apalagi tidak diimbangi dengan minum air putih yang banyak akan menyebabkan tubuh dehidrasi.

Sering buang air kecil membuat tubuh kehilangan cairan secara drastis. Dehidrasi dapat membuat tubuh lemas, sakit kepala bahkan pingsan.

4. Hindari krimer

Bukan cuma susu, krimer juga populer sebagai campuran kopi. Krimer memang bakal membuat rasa kopi jadi lebih creamy, namun di sisi lain krimer juga mengandung lemak yang tinggi.

“Krimer itu ‘isinya’ lemak. Jadi ketika banyak pakai krimer di kopi, lemaknya semakin banyak juga yang masuk ke tubuh.”

Dalam 1 sendok teh kopi krimer bubuk mengandung 11 kalori dengan kandungan lemak 0,71 gram. Sementara kebutuhan lemak lima sendok makan (67 gram) per hari.

“Ini total per hari ya, sedangkan biasanya orang pakai krimer rata-rata lebih dari satu sendok teh, dan makanan mereka sudah tinggi lemak, jadi hati-hati.”

“Sebaiknya ganti krimer dengan susu non-fat, low fat, susu kedelai, atau susu almond.”

5. Secangkir sehari

Untuk mendapatkan manfaat sehat dari kopi, Ika menyarankan untuk minum kopi maksimal secangkir sehari. Satu cangkir kopi sekitar 240 ml per hari.

“Penelitian tahun 2015 memang menyebutkan asupan maksimal kafein per hari 400 mg itu masih aman. Tapi itu kafein total per hari,” ujarnya.

“Ingat juga bahwa kafein itu bukan cuma ada di kopi, tapi juga ada di teh, cokelat, minuman energi, sampai minuman soda. Itu juga harus dihitung sebagai caffein intakes per hari.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here