Banda Aceh Butuh 7 Ton Kentang /minggu

225

Kasadar.com, Banda Aceh I Kebutuhan kentang yang dipasok dari daerah sentra produksi dataran tinggi Gayo yakni rata-rata tujuh ton dalam sepekan dan jumlah tersebut mencukupi permintaan warga Ibukota Provinsi Aceh itu.

Seorang pemasok kentang, Wahyu kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu mengungkapkan, selain dari dataran tinggi Gayo, kebutuhan kentang di daerah ini juga dipasok dari Brastagi, Sumatera Utara.

“Jadi, persediaan kentang untuk berbagai kebutuhan di ibukota Provinsi Aceh ini selama ini mencukupi,” sebut wahyu yang juga pedagang berbagai jenis sayur-sayuran dan rempah di Pasar Peunayong.

Wahyu menyebutkan kentang di Banda Aceh dipasok dari sentra produksi daerah dataran tinggi Gayo, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

“Kalau untuk kebutuhan pelanggan dan saya jual enceran, seminggu sebanyak 400 kilogram. Kentang langsung saya beli perkebunan di Aceh Tengah,” jelasnya.

Disebutkan, kentang di Banda Aceh untuk kebutuhan rumah tangga, usaha warung nasi dan usaha makanan ringan seperti kentang goreng.

Persediaan kentang yang mencukupi membuat harga juga stabil baik di tingkat pedagang tradisional maupun pemasok di Pasar Peunayong.

Harga kentang dijual di tingkat pedagang enceran berkisar Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram.

Kata Wahyu, selain kentang produksi dari daerah dataran tinggi Gayo, juga ada kentang yang dipasok dari Sumatera Utara.

Harga kentang yang dipasok dari Sumatera Utara dijual pedagang berkisar Rp10 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram.

Walaupun lebih kecil dari kentang Sumatera Utara, permintaan kentang dari Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues lebih tinggi.

SUMBERAntaranews
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here