Kasadar.com, Jakarta | Berdoa memang dilakukan kapan saja, namun akhir tahun dan dan awal tahun merupakan salah satu momentum yang pas untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Berikut sejumlah doa akhir dan awal tahun baru Islam yang dapat dibaca saat 1 Muharram 1442 Hijriah/2020.

Tahun Baru Islam dapat menjadi waktu untuk muhasabah atau introspeksi diri mengenai amal dan perbuatan yang sudah dilakukan pada tahun lalu. Muhasabah diikuti dengan bertobat dan bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih beriman dan bertakwa di tahun yang baru.

Pada kesempatan ini, umat Islam juga dapat memanjatkan doa akhir dan awal tahun baru Islam. Doa dapat berisi rasa syukur dan juga harapan kepada Allah SWT. Berbagai doa dapat dipanjatkan kepada Yang Maha Kuasa. Semua curahan hati bisa digaungkan pada Allah yang Maha Mendengar.

“Doa adalah senjata bagi orang yang beriman, juga tiang pilar agama serta cahaya langit dan bumi. Doa juga merupakan hal yang utama di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda tidak ada yang lebih utama (mulia) di sisi Allah daripada doa,” kata KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com, jelang tahun baru Islam.

Setiap Muslim dianjurkan untuk banyak berdoa dan yakin bahwa doanya akan dikabulkan Allah SWT yang Maha Pemurah.

“Para ulama menganjurkan kaum muslimin untuk memperbanyak berdoa dalam segala keadaan dan situasi apapun, termasuk juga menghadapi akhir tahun dan awal tahun, khususnya tahun Hijriyah,” tutur Wahyul yang merupakan pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kota Bandung.

Terdapat berbagai doa dengan kata-kata yang indah dan memiliki isi yang penting untuk dimohonkan kepada Allah SWT. Banyak kitab karya ulama terdahulu yang menuliskan tentang doa akhir tahun dan awal tahun.

Waktu membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun.

Doa akhir tahun dapat dibaca tiga kali pada waktu setelah Ashar hingga sebelum azan Magrib berkumandang pada hari sebelum 1 Muharram.

Doa awal tahun dapat dibaca tiga kali setelah salat Magrib pada malam 1 Muharram.

Berikut doa akhir dan awal tahun Islam

1. Doa akhir tahun dalam kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Ustman bin Yahya atau Mufti Betawi, dikutip dari situs resmi Nadhlatul Ulama.

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da’autanî ilat taubati min ba’di jarâ’atî ‘alâ ma’shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa’attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’alu ka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha’ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya:
Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu, sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat, sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.

Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah pupuskan harapanku. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

2. Doa awal tahun dalam kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Ustman bin Yahya atau Mufti Betawi

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya:

Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini.

Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.

Terdapat pula doa menyambut pergantian tahun dalam kitab Fathul Mubin Wad Durrut Tsamin karya Syekh Abdullah bin Muhammad Al-Khayyat Al-Harusy pada 1175 Hijriah. Ada pula doa akhir tahun dalam kitab Kanzun Najah Was Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus Bin Abdil Qadir.

Doa akhir tahun dan awal tahun baru Islam pada 1 Muharram ini dapat dipanjatkan dan digabungkan dengan sejumlah doa lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here