Biayai Infrastruktur dengan Dana Amal, Ini Kata Sri Mulyani

399

Kasadar.com, Jakarta |Pemerintah tengah mengkaji model pembiayaan infrastruktur dengan skema blended financing, yakni memasukkan dana donasi orang kaya atau filantropi. Hal itu dilakukan guna mengatasi keterbatasan anggaran negara atau APBN.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, pembiayaan infrastruktur di Indonesia melalui beragam sumber, baik dari pemerintah, BUMN, maupun dari swasta.

“Pendanaan infrastruktur di Indonesia ada dari pemerintah APBN, ada yang dari BUMN, ada juga yang dari swasta. Ada yang sifatnya loan, atau dalam hal ini pinjaman ada yang sifatnya penyertaan ekuitas,” kata dia di kawasan Lippo Mall Kemang, Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Sri Mulyani mengatakan, terkait dengan pembiayaan dari filantropi, pemerintah siap menampung. Pembiayaan filantropi sendiri memiliki ketertarikan pada bidang-bidang tertentu.

“Jadi sumber-sumber pendanaan yang berasal dari dalam maupun luar negeri termasuk filantropis mereka memiliki ketertarikan masing-masing. Ada filantropis yang ingin masuk pada masalah kesehatan, ada yang mungkin infrastruktur tapi dikaitkan climate change. Itu bisa saja kita tampung,” jelas dia.

Dia menambahkan, selama ini pemerintah menampung pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Artinya, pembiayaan itu tidak diterima secara langsung pada proyek infrastruktur.

Perihal pembiayaan filantropi ini bisa langsung ke sasaran proyek, Sri Mulyani mengatakan akan didiskusikan kembali. “Tapi kalau nanti strukturnya nanti kita discuss lagilah ya,” tukas dia.

SUMBERLiputan6
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here