Bocoran Persiapan CPNS dari Mantan Peserta yang Sudah Jadi PNS

451

Kasadar.com l Seleksi CPNS sudah di depan mata. Sebagian millennials sudah bersiap-siap mengumpulkan informasi dan aneka persyaratan yang biasanya dibutuhkan. Apalagi, rencananya pendaftaran mulai dibuka pada 19 September ini. Kamu termasuk salah satu millenials yang ingin jadi CPNS? Baca dulu sembilan tips persiapan CPNS dari mantan peserta yang sudah sukses jadi PNS ini ya!

1. Sebelum melamar, pastikan posisi, penempatan, & administrasi sesuai. Banyak yang gak diterima lho karena masalah administrasi yang sepele

Mempelajari formasi yang akan kamu daftar adalah hal yang penting. Setidaknya, kamu tahu kalau area penempatan dan pekerjaanmu kelak itu sesuai dengan keinginan atau keadaanmu. “Selain itu, perhatikan administrasinya benar-benar. Kebanyakan tidak lolos karena administrasi sepele soalnya,” ungkap Yungki Kantiana, yang kini jadi PNS di Kementerian Ketenagakerjaan.

Wanita yang bekerja di posisi Program Evaluasi dan pelaporan Ditjen Binapenta dan PKK ini, menyampaikan jika latar warna foto dan soal penempelan materai di surat adalah sekian masalah administrasi yang perlu diperhatikan. Agar bisa menghindari kecerobohan dalam hal ini, sangat disarankan agar membaca persyaratan dengan benar-benar teliti karena setiap lembaga/kementerian bisa berbeda syarat-syaratnya.

2. Selain belajar dari buku-buku soal dan internet, kamu juga bisa banyak belajar buku-buku SMA. Di antaranya adalah buku sejarah & UUD

Dari pengalaman Yungki, ia perlu waktu kira-kira sebulan untuk belajar. “Persiapannya latihan soal sama baca-baca. Kayak Matematika itu butuh latihan,” beber lulusan Ilmu Komunikasi UGM ini. Saat disinggung bacaan apa yang dipelajarinya, Yungki mengaku lebih senang membaca buku SMA. “Banyak muncul tentang Pancasila, jadi belajar itu. Baca-baca sejarah juga,” tambahnya lagi.

Sedangkan Fatikhah Astri Amin, PNS dari Badan Pemeriksa Keuangan punya persiapan yang berbeda lagi. “Aku belajar dengan latihan soal CAT yang ada di buku dan internet. Baca UUD juga,” ungkap Fatikhah.

3. Saat menghadapi tes, kerjakanlah soal yang lebih mudah dahulu. Lompati soal yang sulit, tapi nanti tetap diisi jika tidak ada sistem pengurangan nilai

Selepas dinyatakan lulus seleksi pemberkasan, biasanya peserta CPNS akan menghadapi seleksi/tes kompetensi dasar. Kebanyakan, sudah menggunakan metode CAT (Computer Assisted Test). Di sinilah pengetahuanmu soal wawasan kebangsaan, intelijensia umum, dan karakteristik pribadi akan diuji.

Baik Yungki dan Fatikhah sama-sama sepakat untuk mengerjakan soal yang lebih mudah dahulu. Soal yang sulit bisa dikerjakan kemudian, namun tetap diprioritaskan diisi karena tidak ada pengurangan nilai. “Aku kerjain dari yang aku bisa dulu, baru gambling kemudian. Yang penting, aku sudah berusaha sebisaku,” tandas Fatikhah.

4. Selain belajar yang tekun, jeli lihat peluang juga perlu. Pilihlah lembaga atau kementerian yang membuka banyak alokasi penerimaan

Dalam seleksi CPNS, belajar tekun saja tidak cukup. Membaca peluang dan kompetisi juga perlu dikarenakan ada jutaan pelamar yang mendaftar. “Aku berusaha download semua kementerian yang ada lowongan buat jurusanku. Terus aku bandingin, mana yang paling banyak kuotanya,” ungkap wanita yang sekarang ditempatkan di Jakarta ini. Pertimbangannya adalah saat itu hanya diperkenankan mendaftar di satu lembaga/kementerian saja.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yanuar Muslih, PNS dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Ia diterima menjadi PNS setelah kedua kalinya mendaftar seleksi. Menurutnya, faktor alokasi yang membuatnya lolos. “Dari segi persiapan, masih sama sih dengan seleksi sebelumnya. Hasilnya pun kayaknya gak jauh beda. Mungkin memang faktor banyak alokasinya itu tadi,” beber Yanuar.

5. Pada tahap wawancara psikologi, pastikan sudah tahu kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Ini jadi dasarmu untuk meyakinkan pewawancara

Tips selanjutnya datang dari Adriana Andang Gitasari, PNS dari Badan Standarisasi Nasional. Menurut Adriana, tahap wawancara untuk CPNS tidak jauh berbeda dengan wawancara kerja pada perusahaan swasta. “Pelajari profil instansi sama pintar-pintarnya kita menjawab pertanyaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Fatikhah menambah tips lainnya lagi. “Intinya, gimana kita meyakinkan pewawancara bahwa kita mampu dan pantas bekerja disitu. Biasanya kan pertanyaannya seputar kelebihan dan kekurangan diri. Kita harus mengenali diri kita sendiri dan gimana cara kita mengatasi kekurangan itu,” ujar Fatikhah membocorkan.

6. Pastikan dirimu aktif urun pendapat saat tahap Focus Group Discussion (FGD). Kalau ada diskusi yang menurutmu kurang sreg, utarakan saja

Adriana mengisahkan jika saat FGD, peserta akan dibagi menjadi kelompok-kelompok. Kelompok tersebut akan diberi sebuah topik oleh penguji, namun penguji hanya bertugas sebagai saksi. Pemantik, pemimpin, dan pengambil kesimpulan adalah peserta FGD itu sendiri.

“Kami semua sepakat mengutarakan pendapat satu per satu. Waktu itu, ada perbedaan argumen dan jadi agak debat. Saat debat, kalau ada yang gak sreg, ya aku utarakan. Pada akhirnya, kami mengambil kesimpulan dari satu suara. Dari suara yang terbanyak,” jelas Adriana.

7. Kalau kamu ingin melihat peluang yang lebih tinggi, jangan buru-buru apply. Mending tunggu dulu sampai BKN merilis grafik pendaftar

Mungkin banyak di antara kamu yang belum menyadari soal ini. Yungki membocorkan jika grafik pendaftar setiap lembaga/kementerian bisa dilihat di tengah-tengah masa pendaftaran. “Kalau mau menghitung peluang, bisa ditunggu. Biasanya BKN mengeluarkan jumlah grafik pendaftar tiap kementerian. Di situ, bisa dilihat perbandingan pelamar: formasi.” paparnya.

Dari grafik tersebut, kamu bisa melihat peta persaingan jika mau masuk ke kementerian tertentu. “Jadi, jangan daftar terlalu awal sih kalo mau lihat,” pesannya.

8. Belajar tekun sudah, mempelajari peluang juga sudah. Tapi yang paling penting, siapkan juga mentalmu dengan doa dan restu orangtua

Terlihat klasik, tapi mempersiapkan mental memang penting dalam setiap kegiatan yang melibatkan persaingan. Ini karena mental mempengaruhi konsentrasi. “Gak usah ngoyo. Serius tapi santai aja. Berdoa dan minta restu ortu,” jabar Adriana.

9. Jika kamu masih gagal, jangan berkecil hati. Simpan semua materi belajarmu jadi satu folder dan pakai lagi untuk tes CPNS tahun berikutnya

Mempersiapkan mental juga penting apabila sewaktu-waktu kamu gagal dalam seleksi. Tapi kamu tidak perlu berkecil hati. Semua yang sudah kamu persiapkan untuk seleksi CPNS tahun ini, bisa kamu simpan dan dipakai lagi untuk seleksi tahun berikutnya. Sama seperti kisah yang dialami Yanuar.

Pria yang bekerja di posisi Analis Keimigrasian ini, hanya bermodal materi belajar yang sama dengan seleksi tahun sebelumnya. “Dari tahun ke tahun, belajarnya materi yang sama. Dulu download soal-soal CAT dan kunci jawabannya. Semuanya kusimpan jadi satu dan diberi nama folder “sinau”. Kalau ada lowongan CPNS, buka itu,” jelas Yanuar.

Itu dia sembilan tips persiapan CPNS dari mantan peserta yang sudah sukses jadi PNS. Sebagai penutup, Fatikah menyampaikan “Jadi CPNS bukan hanya seputar gaji dan tunjangan 80%. Bukan cuma masa depan cerah, idaman calon mertua, dan kenikmatan duniawi lainnya. Namun kita harus belajar beradaptasi dengan sistem yang bisa jadi belum pernah kita bayangkan sebelumnya.”

Tantangan terberat adalah bagaimana para pendaftar nanti harus punya integritas yang tinggi di dunia nyata birokrasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.