BPOM Usulkan Larangan Pakai Vape, Benarkah Lebih Aman dari Rokok Tembakau?

183
Vape dinilai lebih aman dibandingkan rokok tembakau pada umumnya.

Kasadar.com, Jakarta.| Rencana pelarangan rokok elektrik atau vape menuai kontroversi. Para pengguna atau vaper tentu saja berteriak paling kencang terkait rencana yang diungkap Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito, tersebut.

Salah satunya disampaikan oleh Nadhif, seorang pengguna vape di Jakarta Selatan. Selain karena asap atau uap vape yang dinilainya lebih aman dibanding asap rokok konvensional, juga terkait harganya yang lebih ekonomis.

“Kalo pake Vape kan 1 bulan sekali beli liquid, harganya under 200 ribu lah, kalo kita beli rokok kan seminggu bisa lebih dari segitu. Dibilang kecewa ya kecewa banget,” katanya, Senin (11/11/2019).

Peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia (YPKP) dan Koalisi dan Bebas TAR, Amaliya, dalam sebuah wawancara dengan detikcom menyebut berbagai penelitian membuktikan risiko yang ditimbulkan vape lebih minim dibanding rokok konvensional.

“(Rokok yang dipanaskan -red) bahannya kan cuma 4, hanya PG (Propylene glycol), vegetable gliceryn, nikotin, dan perasa. Dari 4 ini pada saat diuapkan itu hanya menghasilkan 7-10 zat baru. Jadi tidak ada zat yg menyebabkan kanker atau karsinogenik,” jelas Amaliya.

Pendapat berbeda disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR. Menurut dr Agus, anggapan bahwa vape lebih aman dari rokok konvensional justru menyesatkan. Produk ini tetap mengandung nikotin yang memberi risiko adiksi, dan terbukti menyebabkan kanker lewat kandungan karsinogenik.

“Komponen ketiga yang bersifat iritatif dan toksik, sehingga menyebabkan kerusakan sel akut sehingga menyebabkan kerusakan paru akut. Bahkan hanya dalam pemakaian 3 bulan,” imbuh dr Agus.

The Center of Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat baru-baru ini menetapkan nama untuk sekumpulan penyakit paru yang berhubungan dengan vape. Nama penyakit itu adalah EVALI, singkatan dari ‘E-cigarette or Vaping Product use Associated Lung Injury’.

Di Indonesia, usulan untuk melarang vape nantinya akan masuk dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Hal itu disampaikan oleh Kepala BPOM Penny K Lukito baru-baru ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.