Kasadar.com, Banda Aceh.| Sejumlah masyarakat Aceh, mengisi pembangunan Aceh untuk 2020 dengan menulis buah pemikiran mereka dalam bentuk buku, yang berjudul Aceh 2020 : Diskursus Sosial, Politik dan Pembangunan

Buku tersebut diluncurkan empat jam sebelum pergantian tahun baru, Selasa (31/12) di Samping Kantor Bandar Publishing, Lamgugob, Banda Aceh.

Acara penuluncuran diawali dengan orasi inspiratif dari Profesor Yusny Saby dan Dr. Sulaiman Tripa. Keduanya mengingatkan supaya tradisi menulis dan membukannya perlu dilakukan secara bersama-sama, karena ini adalah pekerjaan keabadian.

Direktur Bandar Publishing, Dr. Mukhlisuddin Ilyas dalam sambutannya menyatakan ingin melanjutkan tradisi keilmuan Aceh masa lalu. Dimana setiap pergantian tahun pemikiran-pemikiran orang Aceh perlu dibukukan untuk orang-orang Aceh berikutnya.

“Kita harus bersinergi untuk Aceh yang lebih baik, semua harus berkontribusi. Dengan gerakan yang cepat. Seperti penulisan buku ini, kita bergerak dalam 3 minggu untuk merangkum pemikiran orang Aceh dalam berbagai varian dan latar belakangnya untuk kebaikan Aceh tahun 2020, perbedaan diantara kita akan menjadi rahmat dalam buku. Karena buku akan dijadikan rujukan bagi generasi berikutnya dan bagi pembuat kebijakan,” ujar Mukhlis.

Menurutnya, buku Aceh 2020, ditulis oleh 16 orang, yang terdiri dari Adi Warsidi, Affan Ramli, Fairus M Nur Ibrahim, Fuad Mardhatillah UY Tiba, Juanda Djamal, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, M Adli Abdullah, Miswari, Muhajir Al Fairusi, Muhammad Aminullah, Mukhlisuddin Ilyas, Murizal Hamzah, Rahmad Syah Putra, Sahlan Hanafiah, Sehat Ihsan Shadiqin, Sulaiman Tripa, buku ini digarap dengan swadaya penerbit Bandar Publishing.

Dalam peluncuran buku hadir perwakilan penulis yang menyampaikan orasi singkat di depan peserta, diantaranya M Adli Abdullah yang menulis tentang Aceh Dalam Perspektif Indonesia, Sulaiman Tripa yang menulis tentang Catatan Kaki Untuk Aceh, Juanda Djamal menulis tentang Politik Sungsang, Sehat Ihsan Shadiqin menulis tentang Syariah dan Tantangan Revolusi Industri, Muhajir Al Fairusy menyampaikan orasi membangun Aceh Perbatasan, Fairus M Nur menulis tentang Mesjid Kok Begitu, dan Fuad Mardhatillah UY Tiba yang menulis tentang Quo Vadis Indonesia Refleksi Antara Turbulensi dan Resonansi dan terakhir orasi Kamaruzzaman Bustamam Ahmad tentang Gejala Sosial dan Budaya Dalam Masyarakat Aceh.

Sejumlah tokoh ikut hadir dan memberi orasi singkat tentang prospeksi Aceh 2020. Seperti Ketua Ombudsman RI Perwakilan Aceh Takwaddin Husin, Kepala Inews TV Misdarul Ihsan, Kepala Pusat Penelitian Ilmu Sosial Budaya Unsyiah M Saleh Sjafei, Teuku Muttaqin Mansur, Peneliti ICAIOS Arfiansyah, mantan Kepala Pustaka dan Arsip Aceh Zulkifli M Ali, Sayuti M Nur, Tu Sudan, TA Sakti, dan sejumlah anggota FAMe Aceh dan tim percetakan Bandar Lamgugob.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here