Kasadar.com | Selama menghadapi masa pandemi virus corona ini Anda dituntut untuk menjadi lebih sabar dalam segala hal, termasuk dalam menghadapi anak-anak yang terkadang tak sabar.

Berbagai pertanyaan tentang kapan mereka bisa kembali main di luar, kapan bisa kembali ke sekolah, kapan bisa jajan di luar, atau kapan bisa bertemu teman kerap dilontarkan anak. Mereka cenderung tak sabar.

Bukan cuma itu, semasa belajar dan bekerja di rumah Anda mungkin juga jadi lebih memperhatikan anak tentang bagaimana cara mereka belajar. Anda mungkin mengamati anak Anda mencoba menyelesaikan pekerjaan rumahnya, tetapi mencapai titik di mana ia tidak bisa mengatur dan kemudian dengan tidak sabar menyerah.

Bisa jadi ini momen Anda sebagai orang tua untuk bisa mengajarkan anak bagaimana caranya dan pentingnya bersabar.

Mengutip Young Parents, berikut beberapa cara ajarkan anak tentang kesabaran.

1. Ajarkan tentang perspektif
Ajarkan anak soal masa depan ataupun cita-citanya dan cara meraihnya. Seorang anak yang mampu menatap masa depan lebih cenderung memiliki kesabaran. Dia dapat melihat bahwa tujuan jangka panjang patut ditunggu, dan bahwa jika dia tidak siap untuk menunggu, dia tidak akan mencapainya sama sekali.

Tanpa pemahaman seperti itu, keterlambatan dalam mencapai targetnya akan mengakibatkan kekesalan, frustrasi, dan ketidaksabarannya.

Katakan padanya mengapa dia harus siap menunggu gilirannya. Dia mungkin benar-benar tidak memikirkan sudut pandang orang lain, dan komentar Anda dapat memperluas pandangannya.

Beri dia penjelasan dalam istilah dasar, sehingga dia dapat dengan mudah memahaminya.

Memberitahu dia dengan kalimat “Tidak baik menjadi tidak sabar” terlalu samar dan tidak akan berdampak pada perilakunya, sedangkan mengatakan: “Ketika kamu tidak sabar, kamu membuat marah orang lain yang juga menunggu” mungkin lebih praktis.

2. Tetap tenang
Cara paling efektif untuk menghadapi ledakan ketidaksabaran adalah dengan tetap dan tenang, dan berbicara dengan anak Anda dengan suara santai. Jangan terpancing emosi.

3. Berlatih menunggu
Jangan terlalu sibuk dengan gawai. Luangkan waktu bersama anak dan bermainlah bersamanya. Misalnya memainkan board game kelompok. Ini akan membantu dia untuk belajar menunggu gilirannya bermain.

Berlatih menunggu juga bisa diterapkan ketika makan atau ngemil. Ketika tiba saatnya untuk minum jus dan biskuit, pastikan anak Anda tidak selalu yang pertama. Dia bisa menjadi yang kedua atau ketiga untuk menerima makanan ringan, di belakang teman-teman atau saudara-saudaranya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here