CSR BUMN diminta Fokus pada Pendidikan dan Lingkungan Hidup

115
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)

Kasadar.com, Jakarta | Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, penyebaran dana corporate socail responsibility (CSR) dari ratusan perusahaan BUMN masih minim ke sektor pendidikan dan lingkungan. Maka, ke depannya dana CSR akan lebih difokuskan pada dua sektor itu.

Menurut catatan Erick, alokasi dana CSR dari BUMN di sektor pendidikan hanya 22% tiap tahunnya. Sementara di sektor lingkungan, porsinya hanya 1%.

“CSR BUMN yang selama ini spread out-nya ke mana-mana selama ini mau saya betulkan, fokus ke pendidikan dan lingkungan hidup,” ungkapnya dalam acara Milenial Fest 2019 yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Selain porsi pendidikan dan lingkungan yang masih sedikit dalam bantuan CSR, Erick juga melihat penyebarannya juga masih Jawa sentris. Padahal banyak anak-anak di luar Jawa perlu mendapatkan pendidikan yang sama.

Oleh sebab itu, Erick menyebut porsi dana CSR pendidikan dan lingkungan harus ditingkatkan karena bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Terlebih setiap BUMN memiliki dana CSR yang besar, terutama pada perusahaan yang berpendapatan tinggi.

“Kalau bisa porsi pendidikan jadi 30% dan di lingkungan menjadi 5% dalam 5 tahun ke depan. Boleh dong menteri yang baru ingin shift lebih banyak ke pendidikan, supaya generasi muda Indonesia punya kemampuan yang lebih baik,” jelasnya.

Menurutnya, contoh CSR pendidikan yang bisa diberikan, adalah kolaborasi dengan universitas. Dia bilang, BUMN tak perlu membangun universitas melainkan bersinergi dengan lembaga pendidikan yang sudah ada lebih dulu.

Dia pun menyinggung PT Pertamina (Persero) yang memiliki lembaga pendidikan formal yakni Universitas Pertamina di Simprung, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Ngapain BUMN punya sekolah? Lebih baik sinergi dengan universitas yang ada. Apakah (misalnya) Pertamina dengan fakultas di Institut Teknologi Bandung (ITB). Supaya bisa upgrade dosen dan fasilitasnya, jadi bisa world player,” ucapnya.

Meski demikian, dia menekankan bukan berarti kebijakan CSR di era Menteri BUMN sebelumnya merupakan hal yang salah. Menurut Erick, dirinya hanya melakukan perubahan untuk bisa alokasi dana CSR bisa lebih berdampak langsung pada masyarakat.

“Ini bukan persoalan salah dan benar menteri sebelumnya, tapi kita harus moving forward, refocus. Setiap pemimpin kan ada kelebihan dan kekurangannya,” kata dia.

 

SUMBEROkezone
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here