Camat Labuhanhaji Barat Said Suhardi bersama Keujruen Blang Yusra dan Danramil Labuhanhaji Barat Pelda Rafly Armazi saat dilakukan pembersihan sedimen di sekitar free intake Krueng Baru.

Kasadar.com – Tapaktuan | Dinas PUPR Aceh Selatan bersama warga petani melakukan pembersihan penumpukan sedimen di sekitar mulut free intake DI Kreung Baru Kec Labuhanhaji Barat,  dengan menggunakan alat berat.

“Selain itu juga dalam rangka menyambut musim tanam Gadu 2020 di Kecamatan Labuhanhaji Barat,” ucap Kadis PUPR Muhammad Yunus melalui Kabid Sumber Daya Air, Rima Eved, ST, MSP, Jum’at (07/02/2020).

Sebelumnya, lanjut Rima, pihaknya telah berkoordinasi dengan Camat Labuhanhaji Barat Said Suhardi dan Keujruen Blang Yusra, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi, “Benar kami temukan penumpukan sedimen  di mulut intake yang menutup aliran air masuk ke saluran irigasi, sehingga berdampak kurangnya debit air untuk disuplay ke areal persawahan warga Labuhanhaji Barat,” katanya.

“Alhamdulillah, setelah kita lakukan pembersihan bersama warga, terlihat debit air yang mengalir ke areal persawahan sudah mencukupi untuk mengolah tanah sawah dan sedimen di sekitar free intek DI Kreueng Baru sudah bersih kembali,” papar Rima Eved.

Danramil Labuhanhaji Barat Pelda Rafly Armazi bersama Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Kab Aceh, Rima Eved, ST, MSP, dan Keujruen Blang Yusra di lokasi pembersihan sedimen Kreung Baru Kec Labuhanhaji Barat.

Danramil Labuhanhaji Barat, Pelda Rafly Armazi yang mendapingi dilokasi menyebutkan, sejauh TNI ditugaskan melakukan pendampingan di Kec labuhanhaji Barat, permasalahan untuk dilakukan program tanam setahun 3 kali adalah, “Kurangnya debit air yang mengairi areal persawahan warga, disebabkan karena terjadinya penumpukan sedimen di sekitar mulut free intake (Ule Lhueng) Krueng Baru,” katanya.

Sehingga, terang Pelda Rafly Armazi, setiap akan memasuki musim tanam dan pasca bencana banjir, para petani dan warga Labuhanhaji Barat umumnya, harus bergotong royong membersihkan sedimen yang menumpuk di sekitar mulut Free Intake (Ule Lhueng) secara manual.

“Alhamdulillah, belakangan ini, setiap menjelang musim tanam, Pemda Aceh Selatan turut serta membantu warga membersihkan penumpukan sedimen dengan menurunkan alat berat ke lokasi,” ucap Pelda Rafly Armazi.

Masih dilokasi yang sama, Camat Labuhanhaji barat Said Suhardi menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Daerah, khususnya PUPR Aceh Selatan juga kepada warga yang telah melakukan pembersihan penumpukan sedimen di sekitar mulut free intake.

“Kami, mewakili warga Kecamatan Labuhanhaji Barat mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan Pemda melalui dinas PUPR Aceh Selatan yang telah ikut serta membantu warga kami membersihkan sedimen yang menumpuk di sekitar mulut free intake Kreung Baru,” kata Said Suhardi.

“Alhamdulillah,” ucap Said Suhardi, setelah dilakukan perbersihan sedimen ini, debit air yang mengalir ke areal persawahan warga kami sudah mencukupi untuk dilakukan pengolahan tanah pada musim tanam dalam waktu dekat ini.

Namun demikian, lanjut Said Suhardi, untuk menyukseskan program nasional, swasembada pangan dengan bercocok tanam 3 kali dalam setahun dan meringankan kerja warga kami khususnya para petani, sangat dibutuhkan pembangunan Bendungan yang Permanen di DI Kreung Baru.

“Apalagi, areal persawahan di Labuhanhaji Barat sangat luas,” katanya.

Dengan demikian, menjelang musim tanam serentak, warga kami tak harus selalu bergotong royong membersihkan sedimen yang menumpuk di sekitar mulut free intake ini. “Dan warga kami tetap semangat mengolah lahan pertanian sekaligus mendukung program Nasional dan Pemerintah Daerah (Giat Meutani),” demikian harap Camat Labuhanhaji Barat Said Suhardi. (FJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here