Kasadar.com, Jakarta | Ahli kesehatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan bahaya krisis kesehatan mental yang semakin nyata. Ini karena banyak orang di seluruh dunia menghadapi kematian, isolasi, dan kemiskinan karena pandemi virus Corona COVID-19.

Devora Kestel yang juga menjabat sebagai direktur departemen kesehatan mental Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong negara-negara turut mempertimbangkan masalah kesehatan mental dalam kebijakannya. Laporan menunjukkan ada peningkatan kasus dan keparahan penyakit mental.

Sebagai contoh kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga di berbagai daerah semakin marak. Di Indonesia, Kepala Staf Presiden Moeldoko menyebut selama periode 16-30 Maret 2020 saja ada 59 kasus kekerasan, perkosaan, pelecehan seksual, dan pornografi yang dicatat oleh Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK).

Di Amerika Serikat (AS) beberapa tenaga medis mengalami kombinasi gangguan panik, kecemasan, insomnia, hingga mimpi buruk. Alasannya karena mereka harus terus berhadapan dengan pasien yang terus bertambah hingga akhirnya sebagian meninggal dunia.

“Isolasi, ketakutan, ketidakpastian, dan gejolak ekonomi, ini semua berpotensi menyebabkan tekanan psikologis,” kata Devora seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/5/2020).

“Kesehatan mental dan kesejahteraan seluruh komunitas masyarakat telah sangat terkena dampak krisis ini dan harus segera ditangani,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here