Jakarta, Kasadar.com | Tembakan gas air mata kerap membuat mata terasa perih. Untuk mengatasinya, para pengunjuk rasa kerap menangkalnya dengan mengoleskan odol atau pasta gigi pada wajah.

Disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja membuat banyak elemen buruh dan mahasiswa turun ke jalan dan berdemonstrasi melontarkan sikap menolak. Tak jarang gesekan dalam aksi tersebut membuat aparat melemparkan tembakan gas air mata.

Gas air mata memang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman seperti sensasi terbakar, perih, berair, bengkak, hingga kesulitan membuka mata.

Gas air mata diketahui mengandung chlorobenzylidene melono-nitrile (CS). Bentuknya serupa serbuk yang dimasukkan ke dalam aerosol lalu disemprotkan.

Meski dirasa tidak nyaman, zat yang ada di dalam gas air mata tak menimbulkan kerusakan jaringan. Pasalnya, zat merupakan iritan yang tidak bersifat asam dan tidak berbahaya. “Sejauh ini belum ada laporan yang mencatat gangguan fungsi penglihatan akibat gas air mata,” ujar dokter mata, Novia Rahayu.

Bagian tubuh lain yang terdampak adalah selaput bening atau membran mukosa, termasuk rongga pernapasan pada hidung dan paru-paru. “Tapi efeknya tidak akan terlalu lama,” ujar dokter spesialis paru Ceva Wicaksono.

Beberapa dampak yang mungkin terjadi di antaranya peradangan dan sesak napas yang berlangsung dalam waktu singkat. Namun, orang dengan riwayat alergi dan asma harus berhati-hati karena dampak gas air mata bisa menetap dalam beberapa waktu.

Mengatasi Mata Perih dengan Odol Hanya Mitos

Demi mencegah dampak buruk gas air mata, banyak orang memanfaatkan pasta gigi yang dioleskan di bagian bawah mata. Namun, cara ini tak sepenuhnya berfungsi. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah soal efektivitas pasta gigi dalam mencegah iritasi pada area mata.

Penggunaan pasta gigi pada bagian bawah mata justru berbahaya bagi kulit. Dokter spesialis kulit Litya Ayu Kanya Adinda mengatakan, pasta gigi dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

“Bentuk iritasinya bisa [timbul] kemerahan, gatal. Kalau berat, bisa timbul luka,” kata Litya, dalam sebuah wawancara dengan CNNIndonesia.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perih akibat paparan gas air mata adalah dengan membersihkan partikel zat dengan tiupan udara kencang atau blow dry dan aliri mata dengan air dalam jumlah banyak.

Dalam kondisi darurat, rasa perih bisa diatasi dengan menumpahkan air pada mata. Jika iritasi berlanjut, segera periksakan pada medis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here