Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Ini Daftar Wilayah dan Cara Melihatnya

1
145

Kasadar.com | Hari tanpa bayangan sudah dimulai sejak kemarin Senin (6/9/2021) siang pukul 12.36 WIB, dengan Sabang menjadi wilayah pertama yang mengalaminya.

Setelah Sabang, hari ini (7/9/2021) giliran Banda Aceh yang akan menjumpai hari tanpa bayangan. Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), fenomena hari tanpa bayangan di Banda Aceh akan terjadi pada pukul 12.36 WIB siang nanti.

Setelah Banda Aceh, Senin (13/9/2021) minggu depan pukul 12.21 WIB, Medan juga akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan.

Lantas, apa itu fenomena hari tanpa bayangan dan bagaimana terjadinya?

Fenomena hari tanpa bayangan adalah posisi di mana Matahari berada di atas Indonesia, tepat berada di titik zenith.

Posisi matahari ini membuat tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari.

Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Andi Pangerang mengatakan, posisi Matahari berada di atas Indonesia bukanlah sesuatu yang langka.

Sebab, Indonesia terbentang dari 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan dibelah oleh garis khatulistiwa.

Dengan lokasi geografis seperti ini, Matahari akan berada di atas Indonesia dua kali setahun.

“Fenomena ini (hari tanpa bayangan) selalu terjadi dua kali setahun untuk kota-kota atau wilayah yang terletak di antara dua garis,” kata Andi).

Untuk tahun ini, posisi Matahari di atas Indonesia yang pertama sudah terjadi sejak akhir Februari hingga awal April silam.

Sedangkan, fenomena hari tanpa bayangan yang kedua akan terjadi antara tanggal 6 September hingga 21 Oktober mendatang.

Sebagai informasi, dua garis yang dimaksudkan di atas adalah Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat Lintang Selatan).

Berbeda halnya dengan kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan, yang hanya akan mengalami hari tanpa bayangan Matahari sekali dalam setahun.

Hari tanpa bayangan di kota-kota tepat di garis balik utara dan selatan ini akan terjadi hanya ketika Solstis Juni (20/21 Juni) untuk Garis Balik Utara maupun Solstis Desember (20/21 Desember) untuk Garis Balik Selatan.

“Di luar ketiga wilayah tersebut, Matahari tidak akan berada di Zenit ketika tengah hari sepanjang tahun, melainkan agak condong ke Selatan untuk belahan Bumi Utara maupun agak condong ke Utara untuk belahan Bumi Selatan,” ujarnya.

Dampak hari tanpa bayangan

Astronom Amatir Indonesia Marufin Sudibyo menjelaskan, Hari tanpa bayangan atau lengkapnya hari tanpa bayangan Matahari adalah suatu hari bagi suatu tempat tertentu di mana manusia dan obyek lain yang berdiri tegak akan kehilangan bayang-bayangnya, manakala Matahari mencapai titik kulminasi atas (istiwa’) atau mengalami kondisi transit.

Akibatnya, bayangan akan jatuh tegak lurus karena bertumpu pada benda itu sendiri. Orang-orang membahasakannya menjadi bayangan yang hilang atau tanpa bayangan.

Andi Pangerang menjelaskan, hari tanpa bayangan tidak memberikan dampak secara iklim ataupun cuaca. Namun, saat peristiwa itu terjadi, intensitas cahaya Matahari yang diterima permukaan Bumi akan maksimal. Hal itu karena posisi Matahari akan tegak lurus dengan permukaan bumi.

“Selain itu, kadar sinar ultraviolet (UV) juga akan maksimum,” ujar Andi.

Terasa lebih panas

Andi mengatakan, apabila saat puncak hari tanpa bayangan dengan kondisi cuaca cerah tanpa awan, akan terasa lebih panas jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Meskipun demikian, pihaknya meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap peristiwa alam ini. Sebagai langkah antisipasi, saat mengamati hari tanpa bayangan, usahakan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF lebih dari 50.

Selain itu, dapat juga mengenakan alat peneduh lain seperti payung atau topi agar wajah dan tubuh tidak terpapar oleh cahaya matahari secara langsung.

Selain itu, fenomena hari tanpa bayangan ini bisa dijadikan waktu yang tepat untuk mengecek kembali arah kiblat secara akurat.

Cara menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan

Untuk dapat menyaksikan fenomena ini, dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Siapkan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yang dapat digunakan
  2. Letakkan di permukaan yang rata
  3. Amati bayangan pada jam yang ditentukan
  4. Momen ini dapat diabadikan melalui potret foto sebagai bukti bahwa bayangan benda benar-benar tidak ada.

Daftar hari tanpa bayangan

  1. Sabang, 06 September 2021, pukul 12.36 WIB (paling awal)
  2. Banda Aceh, 07 September 2021, pukul 12.36 WIB
  3. Medan, 13 September 2021, pukul 12.21 WIB
  4. Gunungsitoli, 19 September 2021, pukul 12.23 WIB
  5. Tanjungpinang, 20 September 2021, pukul 11.55 WIB
  6. Pekanbaru, 21September 2021, pukul 12.07 WIB
  7. Padang, 25 September 2021, pukul 12.10 WIB
  8. Jambi, 27 September 2021, pukul 11.56.31 WIB
  9. Pangkalpinang, 28 September 2021, pukul 11.46 WIB
  10. Palembang, 30 September 2021, pukul 11.51 WIB
  11. Bengkulu, 02 September 2021, pukul 12.00 WIB
  12. Bandarlampung, 07 September 2021, pukul 11.46 WIB
  13. Nunukan, 12 September 2021, pukul 12.07 WITA
  14. Tarakan, 14 September 2021, pukul 12.05 WITA
  15. Tanjungselor, 15 September 2021, pukul 12.05 WITA
  16. Pontianak, 23 September 2021, pukul 11.35 WIB
  17. Samarinda, 24 September 2021, pukul 12.03 WITA
  18. Palangkaraya, 28 September 2021, pukul 11.14 WIB
  19. Balikpapan, 26 September 2021, pukul 12.03 WIB
  20. Miangas, 08 September 2021, pukul 11.31 WITA
  21. Melonguane, 12 September 2021, pukul 11.29 WITA
  22. Tahuna, 13 September 2021, pukul 11.33 WITA
  23. Manado, 19 September 2021, pukul 11.34 WITA
  24. Toli-toli, 20 September 2021, pukul 11.50 WITA
  25. Gorontalo, 21 September 2021, pukul 11.40 WITA
  26. Palu, 25 September 2021, pukul 11.52 WITA
  27. Sofifi, 21 September 2021, pukul 12.22 WIT
  28. Sorong, 25 September 2021, pukul 12.06 WIT
  29. Manokwari, 25 September 2021, pukul 11.55 WIT
  30. Biak, 26 September 2021, pukul 11.46 WIT
  31. Jayapura, 29 September 2021, pukul 11.27 WIT

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here