Haji Uma Sosok Fenomena

184

Kasadar.com | Oleh Tarmizi A Hamidhadirkan sejumlah kejutan. Selain tentang hasil pilpres yang masih sangat hangat dengan perdebatan, kejutan tidak kalah menarik juga terjadi pada hasil pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Aceh.

Setidaknya ada 26 tokoh Aceh yang bertarung memperebutkan 4 kursi Senator asal Aceh di Senayan.

Dari 26 tokoh Aceh yang semuanya adalah putra-putri terbaik Tanah Rencong, kali ini saya ingin membahas tentang sosok H Sudirman.

Sosok calon incumbent (petahana) yang biasa disapa Haji Uma ini memang benar-benar fenomenal.

Betapa tidak, Haji Uma yang 4,5 tahun lalu (Pemilu 2014), diragukan kredibelitas dan kapabelitasnya sebagai wakil rakyat Aceh di Senayan, ternyata berhasil merebut simpati dan hati masyarakat Aceh.

Puncaknya, pada Pemilu 2019 ini, Haji Uma diprediksi meraup hampir, bahkan bisa saja melebihi setengah (50 persen) dari suara rakyat Aceh yang diperebutkan oleh 26 calon Anggota DPD.

Hal ini bisa dibuktikan dari data-data yang telah disajikan oleh media serta amatan penulis di lapangan.

Dari data perolehan suara sementara yang penulis himpun dari pemberitaan Serambinews.com, sejauh ini Haji Uma sudah mengumpulkan 198.483 suara.

Itu baru suara dari enam kabupaten/kota, yaitu Aceh Utara, Aceh Selatan, Lhokseumawe, Pidie, Aceh Tamiang, dan Kota Banda Aceh belum semuanya terinput 100 persen.

Kecuali Kabupaten Aceh Utara, data dari lima kabupaten lainnya masih di bawah 50 persen, bahkan ada yang baru 20 persen data yang sudah terinput untuk calon DPD.

Adapun perolehan suara sementara Haji Uma adalah sebagai berikut:

  1. Aceh Utara 113.684
  2. Aceh Selatan 27.486
  3. Lhokseumawe 19.658
  4. Pidie 14.437
  5. Aceh Tamiang 13.334
  6. Banda Aceh 9.884

Total 198.482

Jika data ini akurat dan tidak ada peristiwa yang luar biasa, maka satu kursi DPD RI asal Aceh sudah bisa dipastikan milik Haji Uma.

Nah, inilah yang saya sebut fenomenal.

Bukan hanya menjadi senator pertama asal Aceh yang diprediksi lolos ke Senayan untuk kedua kalinya, raihan suara Haji Uma kali ini juga diprediksi melonjak sangat tinggi dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu, yang hanya di angka 130.000 suara di seluruh (23) kabupaten/kota di Aceh.

Menarik untuk dikaji, kenapa suara Haji Uma kali ini bisa melonjak sangat tinggi? Padahal ketika maju sebagai calon anggota DPD RI pada Pemilu 2014, Haji Uma sedang tenar-tenarnya sebagai salah satu seniman atau aktor pada serial komedi paling terkenal di Aceh, yaitu Eumpang Breuh.

Ubat Peunawa dari Tgk Kasem

Sedikit kita review atau melihat ke belakang. Beberapa saat setelah dilantik sebagai Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma mendapat kritikan sangat pedas dari Tgk Kasem Mukat Ubat.

Tgk Kasem dimaksud adalah seorang pria yang berprofesi sebagai penjual obat keliling.

Dalam beberapa kesempatan, Tgk Kasem dengan gaya kocaknya menyindir habis keputusan rakyat Aceh (kala itu) memilih Haji Uma sebagai anggota DPD RI.

Menurutnya, ini adalah keputusan salah dan sangat fatal. Ia menganggap keterpilihan Haji Uma hanya karena faktor keterkenalan lewat film komedi Aceh, Eumpang Breuh.

Tidak ada sedikit pun kapabelitasnya untuk duduk di kursi senator di Senayan.

Tgk Kasem bukan tanpa alasan. Haji Uma adalah figur yang datang dari masyarakat kelas bawah, tidak berpendidikan tinggi.

Sehingga bisa dipastikan tidak akan mampu bersanding, apalagi bersaing, dengan senator dari daerah lain yang menyandang gelar S-2 dan S-3 dari luar negeri.

Video Tgk Kasem yang menguliti habis Haji Uma ini, beredar viral di tengah-tengah masyarakat dan menjadi bahan tertawaan setiap orang yang menontonnya.

Namun, entah karena kritik Tgk Kasem ini menjadi ubat peunawa (penawar), atau memang karena kehendak Allah, Haji Uma pelan-pelan menunjukkan kualitasnya sebagai seorang senator.

Haji Uma perlahan-lahan membalas “sedekah” suara rakyat Aceh kepada dirinya, sekaligus memberi bukti bahwa mereka tidak salah memilih pada Pemilu 2014 lalu.

Ya, Haji Uma (Sudirman) menjadi sosok paling terkenal di antara empat anggota DPD asal Aceh, yaitu Fachrul Razi, Ghazal Abbas Adan, dan Rafly Kande.

Apa yang dilakukan Haji Uma hingga sosoknya begitu nyantol di hati masyarakat Aceh?

Tidak ada yang muluk-muluk. Haji Uma jarang memberi statement (pernyataan) tentang kondisi daerah Aceh, apalagi kondisi Bangsa Indonesia.

Haji Uma hanya kerap hadir ketika orang miskin dan orang-orang tak beruntung, membutuhkan bantuannya.

Mulai dari bocah bocor jantung, bayi tanpa lubang anus, penderita kanker paru, hingga beragam penyakit yang mendera orang miskin, nyaris tak pernah luput dia sambangi.

Yang paling terkenal tentunya, Haji Uma kerap membantu memulangkan jenazah atau orang Aceh yang sakit di negeri jiran Malaysia.

Maka tak heran jika banyak netizen menjulukinya sebagai “Bapak TKI Aceh di Malaysia”.

Bahkan ada warganet yang usil menyebut Haji Uma sebagai “ambulans”nya TKI Aceh dan warga miskin.

Kerja keras Haji Uma, yang bagi sebagian orang terlihat sederhana, terbayar lunas pada Pemilu 2019.

Perolehan suara Haji Uma pada Pemilu 2019 ini diprediksi mencapai 400-500 ribu, melampui dua sampai tiga kali lipat perolehan suaranya pada Pemilu 2014 yang hanya di angka 130 ribu suara.

Perkiraan ini tidak berlebihan, karena nama Haji Uma sangat sering terdengar saat menjelang pencoblosan, hingga saat penghitungan suara di kota hingga kampung-kampung pedalaman Aceh.

Saya memberikan contoh cerita sahabat saya Ridha Yuadi, tentang bagaimana nyak-nyak (emak-emak) di pedalaman Kabupaten Pidie, sangat tidak goyah menyebut nama Haji Uma, ketika ditanya pilihannya untuk calon Anggota DPD RI.

Dari mana mereka mendengar nama Haji Uma sebagai bapaknya para TKI dan orang miskin di Aceh?

Padahal, nyak-nyak di kampung pedalaman ini tidak memegang handphone untuk memantau media online dan media sosial yang kerap memberitakan kerja Haji Uma.

Mungkin, inilah yang disebut kekuatan langit.

Tentunya tanpa menafikan kerja timnya di seluruh Aceh. Karena saya sangat yakin, sebagian besar tim Haji Uma ini bekerja ikhlas.

Allah akan menolong hamba-NYA yang bekerja ikhlas menolong orang-orang yang membutuhkan.

Tetaplah Istiqamah

Mengakhiri tulisan ini, penulis ingin memberikan beberapa catatan kepada Haji Uma dan timnya.

Ingatlah bahwa hasil fenomenal yang diraih dalam Pemilu 2019 ini bisa menjadi pisau bermata dua.

Jika Haji Uma bersama timnya bisa menjaga sikap dan tetap istiqamah membela dan membantu rakyat miskin, bukan tidak mungkin harapan banyak warganet agar Haji Uma maju sebagai calon gubernur Aceh akan menjadi kenyataan.

Sebaliknya, jika hasil ini membuat Haji Uma dan timnya jumawa dan melupakan rakyat miskin, maka bisa dipastikan, karir Haji Uma akan segera meredup dan menjadi bahan gunjingan masyarakat.

Prediksi kedua ini bukan hal yang mustahil terjadi. Karena kita telah banyak melihat buktinya. Bagaimana rakyat Aceh kehilangan satu per satu tokoh idola mereka yang “memudar” akibat kilauan cahaya fatamorgana HTW (harta, tahta, dan wanita).

Sebagai mantan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) dan pemerhati seni dan budaya Aceh, saya sangat bangga dengan kinerja Haji Uma yang telah ikut mengharumkan nama seniman.

Sebagaimana kebanyakan rakyat Aceh, saya juga ikut berharap Haji Uma tetap istiqamah bekerja membantu rakyat miskin dan orang-orang yang membutuhkan.

Jangan pernah jumawa, karena Allah akan memberikan dan mencabut kekuasaan dari siapa saja yang dikehendakinya.

Ingatlah selalu Firmah Allah Swt dalam sebagaimana termuat dalam Surat Ali Imran ayat 26.

“Wahai Rabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Melalui tulisan ini juga saya berharap akan banyak pejabat Aceh, terutama para senator dan anggota DPR RI, DPRA, dan DPRK di Aceh, yang mengikuti jejak Haji Uma membantu fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Mungkin tidak dengan gaya Haji Uma, tapi boleh dengan cara dan jalan masing-masing. Karena Allah pasti akan membalas setiap kebaikan hamba-NYA.

Selamat bertugas dan bekerja Haji Uma dan seluruh caleg yang terpilih dalam Pemilu 2019.

Semoga tetap istiqamah berjuang di jalan Allah. Amiin ya Rabbal Alamin.

SUMBERaceh.tribunnews.com
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.