Kasadar.com, Nagan Raya | Pemerintah mengucurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga desa mulai April hingga Juni. ketua HMI Cabang Nagan Raya mengatakan pengawasan ketat akan diterapkan dalam Program Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga yang tepat sasaran.

“Tujuannya supaya program yang didorong oleh Presiden Jokowi ini tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh penumpang gelap,” kata Ketua HMI Nagan Raya Zubir dalam keterangan tertulis.

Dia meminta pemerintah daerah , kepala desa, perangkat desa, Pendamping Desa, LSM, OKP dan juga masyarakat aktif mengawasi pelaksanaan program BST ini .

“Laporkan segera ke Dinas Sosial jika ada kejanggalan- kejanggalan di Lapangan,” ujar Zubir.

Menurut Zubir, program BST untuk warga miskin di desa adalah salah satu upaya pemerintah meringankan beban masyarakat akibat wabah Covid-19. Progam BST Desa ini sebagai wujud perhatian kepada warga desa yang menderita akibat imbas Corona.

Di sisi lain Corona sudah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bencana nasional sehingga semua pihak harus menjaga keberhasilan program BST tersebut.

“Jangan ada pihak yang memanfaatkan wabah Covid-19 untuk kepentingan pribadi, termasuk mempermainkan dana BST. Kami berharap tidak ada temuan- temuan dan kasus hukum untuk program ini,” Kata Zubir.

Zubir menjelaskan bahwa program BST tersebut dibiayai dengan APBN sebesar sekitar Rp 22 triliun. Anggaran program BST diambil dari sebagian Dana Desa tahun 2020 yang totalnya Rp 72 triliun.

Masyarakat miskin di desa akan mendapatkan BST sebesar Rp 600 ribu tiap kepala keluarga per bulan selama tiga bulan dari bulan April hingga Juni.Ada sekitar 12 juta keluarga yang akan menerima manfaat dari program ini seluruh indonesia dan Nagan Raya mendapat alokasi penerima BST sebanyak 6.015 kepala keluarga (KK) dengan jumlah diterima Rp 600.000/bulan untuk jatah 3 bulan (April, Mei, Juni).

Dia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus tegas dalam pengawasan untuk memastikan program BST berjalan tepat sasaran dan efektif sesuai arahan Presiden Jokowi.

“Progam BST Desa ini harus tepat sasaran. Cash transfer ini berguna untuk menghidupkan daya beli masyarakat desa yang terpukul.semoga data yang sudah ada betul-betul orang belum pernah menerima bantuan apapun. Jangan sampai tumpang tindih dengan program PKH , Bantuan Pangan Tunai Non agar tetap sasaran. Warga desa yang berhak wajib menerimanya. Harus tepat sasaran , ” Tutupnya Ketua HMI nagan Raya Zubir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here