Ini Penjelasan Kadisdik Banda Aceh Terkait Anggota DPRA Kritik Sekolah di Bulan Ramadhan

155

Kasadar.com, Banda Aceh |  Para pelajar SD, SMP, dan SMA di Banda Aceh akan menjalani Ramadhan yang berbeda dari biasanya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, aktivitas belajar mengajar libur selama Bulan Suci Ramadhan.

Namun tahun ini, para siswa akan tetap bersekolah seperti biasa, selama dua minggu di Bulan Ramadhan.

Tak ada intruksi untuk melaksanakan pesantren kilat seperti yang rutin dilaksanakan di sejumlah sekolah saat Ramadhan.

Jika pun ada yang menggelar pesantren kilat, maka itu atas inisiatif masing-masing sekolah.

Kondisi ini mendapat kritik dari Anggota DPR Aceh, Asrizal H Asnawi.

“Ini keputusan yang agak aneh. Padahal biasanya seluruh sekolah di Aceh libur selama Ramadhan atau ikut kegiatan pesantren kilat dan kegiatan keagamaan, agar anak-anak bisa fokus berpuasa dan memperdalam ilmu agama,” ungkap Asrizal kepada Serambinews.com, Selasa (30/4/2019).

Asrizal juga mengunggah status yang meminta Dinas Pendidikan Aceh dan kabupaten/kota di Aceh, mempetimbangkan kembali keputusan mengadakan proses belajar mengajar selama Ramadhan 1440 H.

“Semoga Dinas Pendidikan Aceh dan Kabupaten/Kota mempertimbangkan kembali keputusannya mengadakan jam Belajar di Bulan Ramadhan,” tulis Asrizal dalam status yang diunggah pada Selasa pukul 14.38 WIB.

Status Asrizal ini mendapatkan banyak dukungan dari para warganet.

“Benar sekali pak..siswa dan siswi tingkat dasar mereka mengeluh skul dbulan ramadhan…,” tulis pemilik akun Asmaul Husna Salim.

“Kasihan anak2 slagi beribadah menahan haus dan lapar hrs sekolah yang ada malah tidak konsentrasi bawaannya lemas dan ngantuk krn perut kosong.

Biarkan anak2 slama puasa istrahat dirmh agar tahan puasanya smpai berbuka kalau sekolah sprti di SD yg ada bisa2 plg sklah merengek2 minta buka puasa gak tahan capek,” timpal warganet lainnya.

Penjelasan Disdikbud Banda Aceh

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banda Aceh, Dr Saminan M.Pd yang dikonfirmasi Serambinews.com Selasa (30/4/2019) mengatakan, tahun ini tetap ada proses belajar mengajar di bulan Ramadhan.

Hal ini dilakukan karena mengikuti kalender akademik Aceh yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Aceh.

Alasannya, karena ada aturan bahwa dalam satu semester harus ada minimal 96 hari tatap muka.

Jika sekolah diliburkan saat Ramadhan, kata Saminan, maka 96 hari tatap muka tidak dapat dipenuhi.

Katanya, karena jika mengaju pada kalender akademik Aceh, maka mereka harus mengejar belajar di bulan Ramadhan, agar target minimal 96 hari tatap muka tercapai.

Sebenarnya, ada opsi lain yang bisa mereka tempuh, yaitu meliburkan Ramadhan dan memindahkan jatah belajar saat Ramadhan menjadi setelah lebaran Idul Fitri.

“Kalau kita geser belajar yang Ramadhan ke setelah ramadhan, maka akan kena ke libur tahunan yang serentak. Nanti saat anak anak lain di Indonesia sudah mulai libur, justru anak anak kita Aceh masih belajar,” ujar Saminan.

Dengan kalender yang sudah ada saat ini, maka setelah Ramadhan siswa langsung masuk untuk mengikuti ujian kenaikan kelas.

Ia menjelaskan, untuk satu minggu pertama Ramadhan siswa tetap akan diliburkan.

Mereka baru bersekolah saat memasuki minggu kedua dan ketiga Ramadhan.

Namun untuk jam belajar di bulan Ramadhan akan lebih singkat dari hari biasanya, karena setiap satu jam mata pelajaran akan dikurangi 5-10 menit. Sehingga siswa bisa pulang 2-3 jam lebih cepat dari hari biasa.

Terkait Pesantren Kilat, Saminan menjelaskan, bahwa  tidak ada instruksi khusus untuk melaksanakannya.

Namun jika sekolah berinisiatif tetap melaksanakan maka dipersilahkan menyusun jadwal yang sesuai.

Namun, lanjut Saminan, terkait jadwa belajar hinggapesantren kilat hingga saat ini belum ada instruksi khusus dari Gubernur.

“Jika nanti ada instruksi amak akan kita kondisikan lagi sesuai arahan,” tutup Saminan.

Aceh Besar Gebyar Ramadhan

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar, akan mengisi aktifitas dalam bulan Ramadhan 1440 H dengan kegiatan “Gebyar Ramadan Berkah”.

Hal itu disampaikan Kadisdikbud Aceh Besar, Dr Silahuddin MAg yang dikonfirmasi pewarta melalui Sekretaris Disdikbud, Fata Muhammad.

“Kegiatan Gebyar Ramadhan Berkah ini akan berlangsung selama dua minggu dalam bulan Ramadhan. Dilaksanakan di semua sekolah dalam rangka menguatkan program Sistem Pendidikan Terpadu (SPT),” kata Fata.

Intruksi pelaksaan kegiatan itu tertuang dalam Surat Edaran bernomor 005/1846/2019 tanggal 25 April yang ditandatangani Dr Silahuddin.

Dalam surat itu ditujukan kepada Kepala SD dan SMP Se-Aceh Besar itu disebutkan ada beberapa cabang yang akan dilombakan dalam kegiatan “Gebyar Ramadhan Berkah”.

Di antaranya, pidato, hafalan surat pendek, shalat jenazah, dan bercerita islami.

Semua kegiatan tersebut diperlombakan antarkelas di sekolah masing-masing.

Disamping perlombaan, dalam bulan Ramadhan juga dilakukan penguatan/pemantapan Materi Ujian, bagi SD (kelas I-V), bagi SMP (kelas VII-VIII), Penguatan Kegiatan Keagamaan (Siraman Rohani), dan Penguatan Kegiatan Leadership (bagi Siswa SMP).

Dr Silahuddin mengatakan, ada tiga tujuan kegiatan Gebyar Ramadan Berkah

Pertama, sebagai bagian dari penguatan apa yang sudah dipelajari siswa.

Kedua, mencari bibit-bibit unggul dari berbagai cabang yang dilombakan.

Ketiga, menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan yang tangguh, berani, terampil, dan kreatif.

SUMBERaceh.tribunnews.com
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.