Kasadar.com, Banda Aceh.| Kampus adalah salah satu wadah pendidikan yang antusias peminatnya paling banyak. Sehingga tidak jarang kita melihat orang berbondong – bondong ke kota untuk menimba ilmu pengetahuan. Sabtu, (11/01/2020).

Bila semakin tinggi budaya suatu daerah, maka semakin bagus dan tertata lingkungan bersih yang termaniefestasi melalui tempat sampah dan tata kelola sampah yang baik. Sedangkan semakin rendah budaya dan perkembangan suatu daerah maka semakin amburadul dan tidak jelas pula cara pengelolaan sampah secara baik dan benar.

Seperti yang sering terlihat di lingkungan sekitar kita, tidak jarang orang membuang sampah sembarangan padahal sampah bukan dosa yang harus di buang kemana saja, namun perilaku orang membuang sampahlah menjadi dosa karena akan berefek bagi lingkungan. Bahkan mereka yang berasal dari kelas Borjouis pun yang dalam kehidupan sehari-hari mereka itu hebat dan kaya, punya mobil mewah, memiliki pendidikan yang tinggi, namun perilaku mereka juga masih sangat tidak berpendidikan. Ini hal yang aneh dan tidak asing kalau kita melihat banyak yang masih berperilaku kuno, membuang sampah dari mobil ke jalan atau ke sungai, mengapa begini? mungkin mereka tidak berbudaya ataupun tidak memiliki pengetahuan tentang mengelola sampah secara bijak.

Dalam salah satu kegiatan prodi saya yaitu Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry beberapa waktu lalu mengenai persiapan kehadiran Tim Assesor Akreditasi Jurusan di Lingkungan Kampus UIN Ar-Raniry. Namun pada saat menunggu Ketua Prodi Ibu Dr. Rasyidah. M.Ag dan jajaran prodi untuk mengikuti rapat, maka saya dan teman-teman duta lingkungan berkeliling fakultas serta melihat ada berapa tong sampah hingga kami melihat disetiap titik tong sampah dimana paling banyak terisi dengan penuh.

Saat rapat ingin dimulai, saya dengan team yang lain dari duta lingkungan memasuki ruang Aula Fakultas Dakwah & Komunikasi yang saat itu baru saja direnovasi dan langsung duduk mengingat rapat akan segera dimulai. Rapat dimulai dan langsung dipimpin oleh Bapak Zainuddin selaku Wadek II Bidang Perencanaan dan Keuangan serta Ibu Rasyidah selaku Ketua Prodi Pengembangan Masyarakat Islam, Ibu Sakdiah selaku Sekertaris Prodi, Ibu Erna selaku Kepala Akademik dan rekan-rekan dari panitia yang telah diembankan tugas untuk kegiatan tersebut.

Mulai dari bidang petugas parkir, petugas kantin, petugas konsumsi, petugas seputar ka’bah, duta lingkungan, duta perlindungan anak, pasukan display, dan tim galeri foto. Dari hasil rapat yang telah berlangsung, saya terpilih menjadi penanggungjawab lingkungan sekaligus konsumsi. Maka kedua amanah yang telah diemban kepada saya maka tidak akan disia-siakan untuk prodi tercinta yang diberi masa waktu 5 tahun sekali yaitu masa akreditasi kampus.

Pertama kami lakukan adalah dengan membuka Open Rekrutmen relawan lingkungan dan membuat label nama disetiap tong sampah. Kami bergerak untuk membuat label sampah botol, sampah kertas, sampah organik, dan sampah anorganik. Kami berbagi tugas dengan rekan-rekan duta lingkungan tentang hal-hal yang perlu dilakukan demi kelacaran kegiatan yang ingin dilaksanakan, meskipun harus melakukan dua tanggung jawab dalam satu waktu. Dalam proses kegiatan itu kami tidak lagi menggunakan aqua botol, kotak kue, dan sejenisnya, karena kami mengangap itu sampah.

Toh Sampah Yang Sudah Diberi Label

Mengingat, karena kami ditugaskan dalam bidang lingkungan maka berusaha supaya bisa mengurangi sampah yang kami pakai. Karena, realita menunjukan bahwa Indonesia adalah negara penyumbang sampah terbesar kedua di dunia. Maka dari itu kami melakukan usaha-usaha kecil seperti menggunakan gelas dan piring sebagai salah satu bentuk dari pengurangan sampah.

Hari selanjutnya, kami melanjutkan tugas menghitung dan mengumpulkan tong sampah keseluruhan yang berada di fakultas Awalnya kami mengharapkan Cleaning Service yang akan mencuci seluruh tong sampah karena sebelumnya sudah ada konfirmasi terlebih dahulu dengan orang yang bertugas dibidang itu. beliau yang akan mengatakan kepada CS, akan tetapi realitanya tidak dicuci sama sekali dan tong sampah yang sudah dikumpulkan semalam sudah dibalikkan lagi ketempatnya masing-masing. Setelah melihat kejadian seperti itu, menimbulkan kekecewaan dari rekan-rekan bidang lingkungan hidup mengingat kami harus menurunkan tong sampah dari atas sampai bawah lagi, dan disetiap tong sampah berisi sampah, jumlah keseluruhan ada 33 buah tong sampah yang membantu hanya tiga orang dari teman duta lingkungan, sebelumnya belum ada relawan yang mau bergabung.

Setelah ada beberapa relawan bergabung kurang lebih 25 relawan maka dari itu kami memutuskan untuk mencuci semua tong sampah. Meskipun dalam prosesi penyucian tong sampah, banyak lahir kendala-kendala seperti kurangnya selang penyaluran air untuk membantu pencucian tong sampah yang lumayan banyak, hingga penyucian tong sampah hingga larut malam. Namun semangat teman-teman di bidang ligkungan menjadikan tugas itu dapat kita selesaikan dengan baik.

Ketika tugas sudah selesai selanjutnya kami mengikuti rapat evaluasi, ketua prodi menyampaikan kesannya terhadap kami seharusnya saat kami masih menyuci tong sampah kala waktu yang sudah menunjukkan pukul 19:00 Wib dan sudah masuk waktu shalat Maghrib. Meski kami hanya dibantu senter Hp dengan cuaca langit yang sudah gelap gulita kami harus tetap semangat untuk melaksanakan tugas sampai dengan selesai. Sebagai ketua dari duta lingkungan juga turun untuk membersihkan dan menyemangati para relawan.

Ketua Prodi dan Sekretaris Prodi PMI dan Relawan Lingkungan Saat Membersihkan Sampah. (Dokumen Kegiatan).

Disana, terlihat ada dua wanita paruh baya di depan lobi parkiran dosen yang sedang berjalan dan saya pun memberikan kode dengan tim relawan supaya menyambut ibu yang akan lewat dengan baik dan tersenyum. Meskipun dengan keadaan kumuh dan baju basah, kami mendatangi dan menyapa dua perempuan serta memberikan ekspresi wajah tersenyum. Menunujukkan bahwasannya kami baik-baik saja sekaligus meminta foto barsama sebagai dokumentasi agar tetap nampak ceria. Meski kami tahu pada saat itu mungkin hati ibu sedang tidak baik melihat kami seperti itu yang mencuci tong sampah hingga larut malam sampai jam kurang lebih pukul 23:15. Wib. Kurang lebih 3 hari berturut-turut kami bergadang di kampus. setelah evaluasi dilakukan, segenap elemen dari prodi mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja sama dengan baik.

Selesai kegiatan tersebut, tak lupa kami ucapkan berterimakasih kepada semua para relawan yang sudah mau bergabung untuk menyukseskan visitasi prodi melalui kegiatan pembersihan lingkungan dan pembersihan tong sampah, karena kami merasa ini penting untuk kedepannya maka sudah seharusnya menjalani dan meyelesaikan semuanya hingga tuntas. ucap Hasanah kepada relawan.

Maka besar harapan kami kepada seluruh elemen yang ada dikampus UIN Ar-Raniry khususnya Fakultas Dakwah serta Prodi Pengembangan Masyarakat Islam supaya tetap menjaga lingkungan demi kebersihan kampus. Dalam hal ini, kita harus bisa melakukan edukasi kepada semua pihak yang ada di fakultas supaya bisa membudayakan tradisi kebersihan lingkungan melalui hal-hal kecil seperti buang sampah pada tempatnya, karena sampah bukanlah dosa yang harus di buang kemana saja tapi perilaku oranglah yang membuat dosa bagi orang lain. Itu sangat penting mengingat, lingkungan yang bersih akan mempengaruhi semangat serta minat belajar dari para mahasiswa.

Penulis:

Nurhasanah
Mahasiswi Prodi Pengembangan Masyarakat Islam UIN Ar-Raniry.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here