Kasadar.com | Minum kopi sudah menjadi pilihan populer untuk saat ini.

Namun, setiap orang punya pilihannya masing-masing, apakah lebih suka dengan kopi hitam, kopi susu, atau kopi dengan krim yang dapat ditemukan di gerai-gerai kopi.

Lalu, apakah kopi bisa bikin kita gemuk?

Jawabannya, kopinya sendiri tak akan menyebabkan kenaikan berat badan, malah dapat membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan metabolisme tubuh dan menekan napsu makan.

Tapi, kopi juga bisa mengganggu tidur, yang mana bisa membuat berat badan seseorang naik.

Selain mengganggu tidur, ada sejumlah kondisi lainnya yang membuat minum kopi bikin kamu cepat gemuk:

1. Mengandung banyak sirup dan pemanis tambahan

Jika kopi yang kamu nikmati adalah kopi hitam, tanpa bahan-bahan tambahan, maka jenis kopi tersebut sangat rendah kalori dan bisa membantumu mendapatkan berat badan ideal.

Jadi, hindari menambah sirup atau pemanis tambahan ke dalam kopimu.

Kementerian Kesehatan menganjurkan pembatasan asupan gula harian adalah 10 persen dari total energi, atau setara dengan 4 sendok makan atau 50 gram per harinya.

Jangan lupa, asupan gula itu untuk semua asupan makanan dan minuman kita dalam sehari, lho. Bukan hanya untuk kopi saja.

2. Terlalu banyak susu

Di tanah air, es kopi susu sedang sangat populer.

Untuk versi kedai kopi menengah ke atas, varian kopi dengan susu, seperti latte, cappuccino, hingga flat white juga menjadi beberapa pilihan favorit.

Jika kita minum kopi dengan terlalu banyak susu, atau minum banyak kopi susu setiap hari, maka kebiasaan itu juga akan berdampak terhadap lingkar pinggang kita.

Untuk varian flat white, misalnya, situs calorieking.com.au mencatat, flat white berukuran kecil dengan susu skim memiliki sekitar 68 kalori, dengan 9,5 gram karbohidrat dan 0,2 gram lemak.

Sementara flat white dengan susu yang sama namun dengan ukuran besar bisa memiliki sekitar 124 kalori, dengan 17,2 karbohidrat dan 0,4 gram lemak.

Sedangkan flat white berkuran kecil dengan whole milk memiliki 124 kalori, dengan 8,8 gram karbohidrat dan 7 gram lemak.

Sementara flat white dengan susu yang sama (whole milk) namun dengan ukuran besar bisa memiliki 225 kalori, dengan 16 gram karbohidrat dan 12,8 gram lemak.

Ini hanyalah sekadar gambaran. Kopi susu yang kita minum bisa saja mengandung lebih sedikit kalori atau bahkan lebih banyak.

Namun, pastikan kamu tidak terlalu banyak menambahkan susu ke dalam kopimu atau minum banyak kopi susu dalam sehari, jika memang tak ingin cepat gemuk.

3. Meminumnya seperti makanan utama

Ingatlah, kopi bukanlah bagian dari makan utama dan juga tidak bisa menggantikan peran air putih.

Terlalu banyak minum kopi dapat membuatmu kekurangan asupan makanan bergizi penting.

Kamu mungkin saja akan kenyang dengan minum kopi seperti frappuccino karena kalorinya memang tinggi, namun tubuh tidak akan mendapatkan gizi yang dibutuhkan dalam jumlah cukup.

Sebab, kalori yang kamu asup berasal dari gula dan lemak susu atau krim.

Meski kekenyangan setelah menghabiskan segelas frappuccino, kamu mungkin masih akan kelaparan beberapa saat kemudian karena adanya lonjakan gula darah.

Semua faktor tadi juga dapat memicu makan berlebih yang berujung pada kegemukan.

4. Menambahkan whipped cream

Whipped cream adalah item tambahan tinggi gula yang mungkin tak terasa nengenyangkan ketika meminumnya, tetapi bisa menyumbang kalori yang cukup besar.

Selain kalorinya yang tinggi, whipped cream juga tidak mengandung nilai gizi.

Mengonsumsi minuman dengan whipped cream juga memungkinkanmu lebih ingin ngemil, yang pada akhirnya kembali akan menyumbang kalori tambahan.

5. Minum kopi botolan

Kita bisa menemukan banyak kopi botolan di supermarket atau mini market.

Bahkan, beberapa kedai kopi ternama juga menyediakan minuman kopi versi botol untuk opsi praktis.

Sayangnya, minuman-minuman jenis ini mengandung banyak pemanis tambahan yang berbahaya dan tentunya, bisa bikin kamu cepat gemuk.

6. Minum kopi terlalu larut

Kafein dapat berdampak pada kualitas tidur, apalagi jika kamu meminumnya di sore hari atau bahkan dekat dengan waktu tidur.

Ketika kita tidak tidur dengan nyenyak, tubuh memproduksi leptin dan ghlerin, hormon yang dapat meningkatkan napsu makan.

Sejumlah studi menemukan bahwa leptin akan meningkat ketika tidur dan ghlerin menurun.

Jadi, ketika tidur terganggu, maka hormon-hormon itu akan bekerja sebaliknya.

Hasilnya, napsu makan akan meningkat dan kita akan sulit kenyang.

Nah, di situlah kita akan mulai mencari camilan atau makanan lainnya, yang tentunya berkontribusi terhadap asupan kalori harian dan lingkar pinggang yang lebih besar.

Pada akhirnya, jika kamu gemar minum kopi dan tidak ingin hobi itu membuatmu cepat gemuk, minumlah kopi dengan cara penyajian sesederhana mungkin.

Menyajikannya dengan sederhana dan tanpa bahan tambahan juga bisa membuatmu merasakan kenikmatan asli kopi yang kamu minum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here