Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Ahmad Juraidi, MA. (kiri), Penggagas MPTT-I Abuya Syech H Amran Waly Al-Khalidi (tengah), dan Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Dr. Ali M Abdillah (kanan). (Doc MPTT-I)

Aceh Selatan – Kasadar.com | Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Penerangan Agama Islam, Direktur Jenderal Bimbimbingan Masyarakat Islam, menerbitkan Rekomendasi sebagai bentuk dukungan kepada Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi.

Hal tersebut disampaikan secara tertulis kepada Ketua Umum Pengurus Besar MPTT-I (Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi, dengan surat nomor: B.163/Dr.III.III/HM.00/05/2021, tanggal 10 Mei 2021, Perihal: Rekomendasi

Dalam surat yang Rekomendasi itu, disebutkan bahwa, Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, sudah beberapa kali menjadi bagian dalam acara yang dilaksanakan oleh Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPIT-I) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi. Kami menghadiri dan melihat langsung bahwa yang disampaikan dan diajarkan oleh Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi dengan metode Tarekat/Tasawuf dapat menjadikan ummat Islam dewasa ini menjadi ummat Islam yang moderat, berwawasan dan berpengetahuan yang luas, mendidik ummat untuk saling menghargai dan berkasih sayang sehingga tidak mudah menyesatkan dan mengkafirkan orang yang berbeda paham dengannya. Hal ini sejalan dengan program Kementerian Agama tentang Moderasi Beragama.

Untuk itu Kementerian Agama Republik Indonesia merekomendasikan dan mendukung penuh Ajaran yang dibawa oleh Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi dan sangat mengharapkan ummat Islam khususnya di Aceh agar saling menghormati. Jika ada perbedaan paham jangan dipertentangkan, apalagi sampai melakukan tindakan yang arogan, Mudah-mudahan, murid-murid Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi dapat menjadi contoh “Ummatan Wasatha” (ummat pertengahan yang berwawasan luas) dan dapat menjadi tauladan bagi yang lainnya.

Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi dan MPTT-I, karena dapat menjalin silaturrahim dan berbagi kasih sayang dalam setiap moment acara yang dilaksanakan.

Demikian bunyi surat Rekomendasi dari kemenag RI yang ditandatangani An. Direktur Jenderal, Direktur Penerangan Agama Islam, Dr H Ahmad Juraidi, MA, dengan tembusan kepada: Dirjen Bimas Islam (sebagai laporan); Ketum MUI Pusat; Forkopimda Aceh; Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh; Ketua MPU Provinsi Aceh.

Surat Rekomendasi sebagai bentuk dukungan kepada Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi.

Baca juga: Ketum PB MPTT-I Berikan Perwakilan Kemenag RI dan MUI Pusat Buku Karya Abuya Syekh H Amran Wali Al Khalidy

Dikomfirmasi oleh wartawan, Ketua Umum Pengurus Besar MPTT-I (Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia) Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi, Abi Sahal Waly, SE, MM, membenarkan adanya surat dari Kemenag RI yang telah beredar di berbagai media sosial tersebut.

“Benar kami telah menerima surat itu sejak tiga hari lalu” kata Abi Sahal kepada awak media via WA Selasa (01/05/21).

Menurutnya dukungan Kemenag RI, patut disyukuri jama’ah Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I). Sebab Kementrian Agama RI lewat Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam telah menetapkan bahwa MPTT-I merupakan ajaran yang mendapatkan rekomendasi Kemenag RI untuk menjadi ajaran yang sah dimasyarakat.

“Kami juga berharap dengan adanya Rekomendasi dari Kemenag RI ini, tidak ada lagi masyarakat yang terprovokasi oleh berbagai pihak yang menentang ajaran Tauhid Tasawwuf yang diajarkan oleh Abuya Syech H. Amran Waly Al-Khalidi melalui MPTT-I juga ortom-ortomnya dan Rateeb Sirebee,” demikan pungkas Abi Sahal. (FJ/JH)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here