Kasadar.com | Memaafkan kesalahan orang lain memang sangat sulit. Hanya orang tertentu saja yang bisa melakukannya. Oleh karenanya sulit, maka Allah memberikan pahala luar biasa bagi siapa saja yang bisa memaafkan. Allah menyukai manusia memiliki sifat pemaaf, karena Allah adalah Maha Pemaaf dan penerima tobat.

Islam mengajarkan setiap manusia untuk saling memaafkan, sebab Allah akan memberikan dan menambahkan kemuliaan bagi hambanya yang memaafkan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, ”Allah akan membalas orang yang mau memaafkan (orang lain) dengan menambah kemuliaannya.”

Memaafkan juga bisa menjadi tabungan di akhirat. Dijelaskan dalam Alqur’an Surah Al-Syura ayat 40, Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَجَزَٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۖ فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya : “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

Memaafkan merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Beliau juga mengajarkan kepada umatnya untuk tetap berbuat baik kepada orang yang sudah jahat kepada kamu.

Aisyah RA pernah ditanya mengenai watak pribadi Rasulullah, ia pun menjelaskan: “Adalah Rasulullah SAW orang yang paling bagus akhlaknya: beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau pemaaf dan mendamaikan,” (HR Ibnu Hibban).

Penceramah Ustadz Habib Muhammad Syahab dalam tayangan video tausyiahnya yang dikutip dari channel Youtube iNews Religi, mengatakan, selain pemaaf, Nabi Muhammad SAW juga memiliki sifat penyayang.

“Sayangilah makhluk kau akan disayangi, berusahalah untuk saling memaafkan maka Allah Subhanahu wa ta’ala akan selalu memaafkan dirimu selama kita memaafkan manusia,” katanya.

Walaupun di antara kita mudah mengucapkan kata maaf namun tidak mudah untuk dilakukan, akan tetapi perilaku terpuji ini harus dilakukan seperti yang sudah dicontohkan melaui sahabat dan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Allah Subhanahu wa ta’ala akan memberikan nikmat yang luar biasa kepada hambaNya yang mau memaafkan, seperti pada Al-Qur’an surat Ali imran: 103 Allah SWT berfirman :

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Artinya : “Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, kemudian Allah mempersatukan hatimu, lalu jadilah kalian orang-orang yang bersaudara, karena nikmat Allah.”

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah dapat mempersatukan kaumNya dengan cara saling memaafkan dan dijadikan sahabat atau saudara yang sangat menyayangi satu sama lain. Maka dari itu ubahlah sifat gengsi dan egoismu demi kenyamanan hidup.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here