Foto: Granat disita dari remaja yang bakar perusahaan sawit di Aceh. (Istimewa)

Kasadar.com, Banda Aceh | Seorang remaja di Aceh Timur, Aceh diduga nekat membakar truk perusahaan sawit karena sakit hati tidak mendapatkan pekerjaan. Pelaku juga membawa senjata laras pendek saat beraksi.

“Motifnya karena sakit hati minta pekerjaaan tidak dikasih oleh perusahaan sawit,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Pembakaran truk yang dilakukan remaja berusia 16 tahun tersebut terjadi pada Selasa (5/5) lalu di Desa Seumanah Jaya, Aceh Timur. Saat itu, truk sawit baru keluar dari gudang menuju perusahaan kelapa sawit (PKS) Bayeun.

Dalam perjalanan, truk tersebut diberhentikan seorang remaja yang memegang sebuah jeriken berisi minyak. Ketika sopir turun, pelaku mendekat ke truk lalu membakar.

“Sopir truk saat itu ketakutan karena pelaku juga menggenggam satu pucuk senjata laras pendek yang masih belum diketahui apakah senjata api asli atau replika,” jelas Dwi.

Usai kejadian, korban membuat laporan ke polisi. Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku akhirnya dibekuk pada Minggu (10/5) malam saat bersembunyi di rumah seorang warga di Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita satu granat manggis yang dibawa pelaku. Menurut Dwi, granat itu dipakai pelaku untuk menakut-nakuti warga saat melakukan tindak pidana.

“Dari keterangan warga pelaku memang sangat meresahkan masyarakat. Setelah melakukan pembakaran truk, pelaku tidak pernah tidur di rumah, ia berpindah-pindah tempat,” ujarnya.

Pelaku saat ini mendekam di penjara Polres Aceh Timur untuk menjalani pemeriksaan. Dia dijerat dengan pasal berlapis yaitu tentang kepemilikan bahan peledak, pencurian dan pembakaran.

“Pelaku ini sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus pencurian laptop yang terjadi pada 15 Januari lalu,” sebut Dwi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here