Kasadar.com, Jakarta, | Puasa Arafah adalah puasa sunah dilakukan pada hari Arafah yakni tanggal 9 Dzulhijjah, sebelum Hari Raya Idul Adha. Terdapat sejumlah keutamaan, tata cara, dan niat puasa Arafah.
Puasa Arafah termasuk dalam puasa sunah sembilan hari yang dilakukan pada 1-9 Dzulhijjah. Hari-hari ini merupakan bagian dari 10 hari yang dicintai Allah SWT.

Puasa Arafah mendapat keutamaan dan keistimewaan lebih karena dilakukan bertepatan dengan hari Arafah, hari di mana Allah mengundang umatnya berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf dalam rangkaian ibadah Haji. Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak menjalankan ibadah haji.

Puasa Arafah dilakukan sehari sebelum Hari Raya Idul Adha atau setiap tanggal 9 Dzulhijjah. Pada tahun 2020, puasa Arafah bertepatan dengan Kamis, 30 Juli.

Keutamaan Puasa Arafah

Sama seperti ibadah lainnya, puasa Arafah memiliki berbagai keutamaan seperti berikut.

1. Amalan yang utama

Imam Nawawi menyebut dalam kitab Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, berpuasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah merupakan amalan yang utama, termasuk puasa Arafah.

“Bahkan sangat disunahkan untuk berpuasa di hari-hari ini. Karena puasa termasuk amalan yang paling utama,” kata Imam Nawawi.

Puasa Arafah merupakan puasa sunah yang sangat dianjurkan untuk diamalkan.

“Dari kesembilan hari tersebut ada puasa yang disebut dengan puasa Arafah yaitu puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, ada juga puasa tarwiyah yaitu puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah,” kata ustaz Muhammad Ajib dari Rumah Fiqih kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

2. Puasa yang dilakukan Rasulullah SAW

Nabi Muhammad SAW juga melakukan puasa Arafah. Umat Islam yang menjalani puasa Arafah berarti juga mengikuti sunah rasul.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa Sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa Senin pertama dan juga hari Kamis di setiap bulannya,” bunyi hadis riwayat Abu Dawud.

3. Menghapus dosa setahun sebelum dan setahun setelah

Hadis nabi meriwayatkan puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yakni pada tahun sebelum dan satu tahun setelah.

“Puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura’ menghapuskan dosa tahun sebelumnya,” hadis riwayat jamaah kecuali Bukhari dan Tirmizi.

4. Pembebasan siksa neraka

Selain pengampunan dosa, hari Arafah juga dikenal sebagai pembebasan dari siksa neraka. Allah juga menjanjikan pahala yang yang besar bagi tiap hamba yang mengamalkan puasa Arafah.

Tata Cara Puasa Arafah

Puasa Arafah dilakukan sama seperti menjalani puasa wajib di bulan Ramadan. Diawali dengan niat dan menahan hawa nafsu hingga tenggelam matahari yang ditandai dengan waktu Magrib. Niat boleh diucapkan di malam hari atau pagi hari asalkan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Niat puasa Arafah, 9 Dzulhijjah, 30 Juli 2020

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya:

Saya berniat puasa sunah Arafah karena Allah ta’ala.

Niat puasa Arafah boleh diucapkan di dalam hati atau dilafalkan menggunakan bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Jalani pula puasa Arafah dengan penuh kekhususukan agar keutamaan puasa Arafah bisa diperoleh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here