Sekda Aceh, Taqwallah, menyerahkan Anugerah Profesor A Madjid Ibrahim kepada daerah yang melakukan perencanaan pembangunan terbaik, di acara Musrenbang RKPA 2022, di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Senin (5/4/2021).

Banda Aceh, Kasadar.com | Sekjen Kemendagri, Dr Ir Muhammad Hudori MSi CRGP mengapresiasi Pemerintah Aceh karena mampu meningkatkan angka indek pembangunan manusia (IPM)-nya pada tahun 2020 menjadi 71,99 poin, di masa pandemi Covid-19. Angka itu melampui angka rata-rata IPM nasional, sebesar 71,94 poin.

“Dengan capaian angka IPM sebesar itu, kami menilai kualitas hidup masyarakat di Aceh berstatus tinggi, hidup sehat, berpengetahuan, standar hidup layak dan berumur panjang,” kata Hudori pada acara Musrenbang Aceh tahun 2022, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, yang disampaikan melalui Vidcom dari ruang kerjanya, Senin (5/4/2021).

Dikatakan, angka IPM Aceh di tahun 2020 meningkat 0,09 persen dari tahun 2019, yaitu sebesar 71,90. Dengan meningkatnya IPM itu, umur rata-rata hidup orang di Aceh saat lahir, kini telah menjadi 69,93 tahun. “Meningkatnya angka IPM Aceh didukung oleh angka rata-rata lama sekolahnya sekarang ini 9,33 tahun, harapan lama sekolahnya 14,31 tahun dan pengeluran per kapita per tahunnya sekitar Rp 9.492.000,” ujarnya.

Terhadap penyusunan rencana program kerja tahunan (RKT) Aceh 2022, Sekjen Kemendagri itu menyatakan ada lima langkah yang perlu dilaksanakan. Yaitu memperimbangkan keterbatasan pendanaan yang ada, melakukan recofusing pembangunan infrastruktur selama pandemi, mengarahkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung sektor-sektor ekonomi, pembangunan infrastruktur berbasis teknologi dan informasi, serta pelaksanaan belanja modal, barang, dan jasa dalam pembangunan infrastruktur diutamakan memiliki kandungan lokal yang paling utama.

Untuk penanganan Covid-19 di Aceh, Muhammad Hudori juga memberikan masukan terkait pemulihan ekonomi lewat pembangunan infrastruktur, pembangunan dan perbaikan fasilitas layanan sektor tertentu dengan kataristik penciptaan lapangan kerja baru untuk turunkan angka pengangguran di Aceh yang masih tinggi, perbaikan sistem pelayanan investasi daerah, dan melanjutkan beberapa program dana alokasi khusus (DAK) prioritas yang ditunda 2020.

Sedangkan untuk sinergi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dan K/L dalam human capital development, kata Hudori, ada tiga fokus kebijakan yang perlu dijalankan, yaitu pengetatan mandatory spending dana transfer umum untuk pendidikan dan kesehatan, dukungan untuk program merdeka belajar, serta peningkatan kemampuan pelayanan rumah sakit dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Selain Sekjen Kemendagri, ada narasumber dari pusat pada Musrenbang Aceh 2022 yang dihadiri seluruh bupati/wali kota, Sekda, Ketua Bappeda Aceh, kepala SKPA, Ketua Bappeda kabupaten/kota, anggota DPR RI, DPRA, dan DPRK.

Musrenbang Aceh 2022 itu dibuka Sekda Aceh, Taqwallah. Usai membuka kegiatan, Sekda Aceh memberikan penghargaan Anugerah Perencanaan Pembangunan Daerah Prof Dr A Majid Ibrahim VII kepada daerah yang terbaik dalam penyusunan rencana pembangunan daerahnya.

Untuk katageri Kota, terbaik I diraih Kota Banda Aceh, kedua Kota Sabang dan ketiga Kota Langsa. Sedangkan untuk kabupaten, terbaik satu Aceh Barat, kedua Aceh Jaya, dan ketiga Gayo Lues. Sementara harapan I diraih Pidie Jaya, harapan II Aceh Selatan dan harapan III Aceh Tengah.

Sementara Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam pidatonya mengatakan, ada beberapa usulan Pemerintah Aceh kepada pusat untuk tahun 2022, agar bisa masuk ke dalam proyek strategis nasional (PSN).

Diantaranya, infrastruktur pendukung di luar KEK Lhokseumawe, dukungan percepatan KIA Ladong, Banda Aceh Outer Ring Road (BORR), pengendalian banjir Aceh Singkil, Jalan tembus Jantho-Keumala, pembangunan SPAM regional Lhokseumawe dan Aceh Utara, pembangunan SPAM regional Banda Aceh dan Aceh Besar, duplikasi jembatan Krueng Tamiang, Pembangunan IPAL Kota Langsa, perbaikan geometrik Jalan Paro-Kulu dan Geurute dan pengembangan kawasan prioritas Pulau Banyak.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here