Kuliah Umum Fisip Unsyiah: Evaluasi 5 Tahun Pengelolaan Dana Desa

150

Kasadar.com, Banda Aceh | Ditengah banyaknya problematika mengenai  dana desa, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas syiah kuala mengundang Dr. Arie Sujito, M.si selaku Ketua Departemen Sosiologi UGM dalam kegiatan Kuliah Umum yang dihadiri para mahasiswa dan dosen (04/09/2019).

Menurut bapak Dr. Effendi Hasan, MA selaku wakil Dekan bidang Akademik, yang diminta tanggapan oleh media setelah acara mengatakan  kegiatan kuliah umum  ini bertujuan untuk membuka cakrawala berpikir  terutamanya mahasiswa Fisip Unsyiah untuk memahami tentang  dana desa serta mekanisme pengelolaannya  yng selama ini  banyak menimbulkan  berbagai persoalan sehingga banyak kepala desa terjerat  dalam kasus penyalahgunaan dana desa.

Dr. Arie dalam kuliah umumnya membahas bagaimana perkembangan dana desa selama 5 tahun kebelakang,  apa saja problematikanya dan bagaimana solusinya.

Dr Arie mengajak mahasiswa dan dosen mengevaluasi bagaimana sebenarnya dana desa yang sering kita permasalahkan. beliau mengatakan harus adanya keterbukaan antara perangkat desa dan masyarakat didesa itu sendiri.

Adapun hal yang sangat menarik perhatian Dr.arie adalah sebutan “Gampong” yang digunakan diaceh. Namun bukan itu yang menjadi pokok permasalahannya, beliau membahas bagaimana cara agar dana dena dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Menurutnya, perlu adanya perkumpulan geuchik atau kepala desa seluruh indonesia ataupun minimal se-aceh. Mengapa demikian? Karena dengan adanya perkumpulan geuchik atau kepala desa se-aceh, para kepala desa ini harusnya dapat bertukar pikiran, membahas bagaimana bisa satu desa berhasil sedangkan desa lainnya tidak, mengkaji bagaimana sebernarnya permasalahan kegagalan dana desa ini bisa terus-terusan terjadi.

Adapun hal yang paling Dr. Arie tegaskan ialah Desa membutuhkan pendamping desa, guna4 untuk mengawasi dan mengevaluasi bagaimana semestinya dana desa itu digunakan. Dana desa merupakan hak absolut desa yang tidak bisa diganggu gugat. Jadi, lagi-lagi kembali bagaimana harusnya kepala desa mengelola dana desa agar membagun apa yang kurang dari desa itu sendiri, seperti infrastruktur, meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan tata kelola ruang yang masih samgat kurang, hingga bahkan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjalankan dan mengelola dana desa.

Tidak bisa dipungkiri memang banyak sekali permasalahan atau keresahan masyarakat terhadap dana desa. Namun lagi-lagi yang harus ditekankan disini adalah keterbukaan perangkat desa terhadap masyarakat dan memberi ruang kepada masyarakat untuk bergabung dan mengetahui bagaimana gunanya dana desa, begitu tutup Dr. Arie Sujito, M.si dalam kuliah umum yang beliau sampaikan.

Kuliah umum ini mendapat respon baik dari mahasiswa dan dosen fisip unsyiah, banyak pertanyaan ya ng dilemparkan oleh mahasiswa. M. Shaleh Yusuf selaku mahasiswa jurusan Ilmu Politik mengatakan “bahwa ini merupakan kegiatan positif yang diberikan kampus terhadap mahasiwa dengan mengundang pemateri dari luar daerah, sehingga kami para mahasiswa bisa bertukar pikiran dan mendapatkan hal hal yang sebelumnya belum kami kaji, terlebih dengan pembahasa isu isu nasional dan hangat, yang mungkin dengan mudah kami dapat dengan adanya kuliah umum seperti ini”.

BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here