Lagi, Ketua Fraksi PA Minta Komitmen PLT Kadiskes Terhadap Perbaikan Pelayanan Kesehatan

0
442

Kasadar.com, Aceh Selatan | Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) DPRK Aceh Selatan, Adi Samridha menyentilkan PLT Kadis Kesehatan, Kami minta Komitmen Perbaikan pelayanan yang harus di benah, Bukan menyesali Pernyataan atas Fakta lapangan.

Melalui media ini, Adi Samridha menyampaikan bahwa jangan selalu menganggap sepele atas keluhan dan Kritikan yang di sampaikan, apa yang kami sampaikan adalah Fakta lapangan dan sudah terjadi berulang kali. Minggu, (14/02/20).

Apalagi ini Pelayanan ini berkaitan dengan Nyawa manusia, saya tidak perlu menyebutkan satu persatu Kekurangan yang ada. Saya hanya sangat berharap Komitmen Ibuk PLT Kadis Kesehatan dalam perbaikan Pelayanan, dan beberapa sudah Ibuk akui kekurangannya. Sekali lagi jangan anggap sepele

Ada pasien yang di rawat di salah satu puskesmas pada tanggal 4 Februari 2021, ketiadaan dokter yg menangani pasien bertahan sekitar 24 jam di Puskesmas kemudian dirujuk keyulidin awai yang menjelang beberapa jam pasien menghembuskan Nafas terkhir di RS. Yulidin Awai, tentu jawabannya memang sudah ajalnya, tapi apakah pelayanannya sudah Maksimal? Ini salah satu Data dan Contoh Kasus, Kita juga berharap ibu Croscek kelapangan tentang air bersih yang sangat penting bagi Pasien di Puskesmas, dan Ibuk Croscek juga apakah alat yg berkarat masih di Gunakan atau ketersediaan Oksigen. sekali lagi Kami berharap komitmen Perbaikan dan tidak terulang Kembali pelayanan yg mengecewakan bagi masyarakat

Alhamdulillah ada peningkatan akreditasi Puskesmas yang telah ibu sebutkan kami sangat mengaparesiasi atas kerja kerasnya, kita berharap komitmen pelayanan di pertahankan jangan hanya menjelang tim asesor turun kelapangan baru berbenah sekali lagi yang kami tuntut komitmen Perbaikan Pelayanan yg Konsisten

Alhamdulillah juga ada peningkatan 80 orang tenaga dokter umum dan tenaga medis lainnya dari program Nusantara sehat, yang kita Pertegas adalah di Saat ada Pasien sakit ada Dokter yang menangani, untuk apa ada secara Kuantitas banyak saat Ada Pasien tidak ada Dokter yg melayani.

Ibu jaga menyingung tentang dua puskesmas yg baru di Fungsikan, Saya sangat mengapresiasi, Kita juga berharap Puskesmas Buloh Seuma juga segera di Fungsikan

Sekali lagi kami tegaskan Kami tunggu komitmen Peningkatan perbaikan Pelayanan di seluruh Puskesmas Aceh selatan, Semoga tidak ada lagi pelayanan yg mengecewakan masyarakat dan Kamu beritahukan juga tidak ada yg tendensius saya turun kelapangan langsung, Semua berdasarkan Fakta lapangan

Kami Apresiasi atas semua usaha yang telah dilakukan Semoga Aceh Selatan Hebat dengan pelayanan kesehatan yang Maksimal dan Semoga menjadi amal Ibadah.

Sebelumnya PLT Kadiskes memberikan sanggahan atas pernyataan Ketua Fraksi PA (Adi Samridha) pada tgl 12/02/20.

Melalui TheTapaktuanPost | Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Aceh Selatan, Novi Rosmita SE,M.Kes menyesalkan pernyataan salah seorang anggota dewan menggeneralisir pelayanan kesehatan seluruh Puskesmas di daerah itu buruk. Menurutnya, pernyataan anggota dewan yang juga Ketua Fraksi PA itu terkesan sangat tendensius.

“Tak elok jika di generalisir seluruh pelayanan Puskesmas itu buruk, sebab faktanya dilapangan tidak seperti yang dituding itu. Jika memang ada oknum tenaga medis dan tenaga kesehatan yang tidak disiplin dan bekerja tak sesuai standar operasional prosedur (SOP) kami siap mengambil tindakan serta menjatuhkan sanksi tegas,” kata Novi Rosmita kepada TheTapaktuanPost melalui sambungan telepon dari Tapaktuan, Sabtu (13/2/2021) malam.

Novi menegaskan bahwa pihaknya tidak alergi dengan kritikan demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun hendaknya, kritikan yang disampaikan itu sifatnya membangun (konstruktif) serta sesuai fakta dilapangan.

Jika yang dimaksud itu adalah terkait kekosongan tenaga dokter di Puskesmas Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah beberapa hari lalu sehingga masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tidak terlayani dengan baik, Plt. Kadiskes Aceh Selatan memastikan bahwa pihaknya segera akan melakukan kroscek ke lapangan. Jika benar seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat, pihaknya akan mengambil tindakan tegas dan terukur.

“Seharusnya, disebutkan secara jelas kronologis kejadian yang membuat masyarakat merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan. Agar kami bisa dengan mudah mengurai dan memilah duduk persoalan yang terjadi. Dinkes Aceh Selatan tidak alergi dengan kritikan, buktinya beberapa kritikan yang disampaikan sebelumnya langsung kami tindaklanjuti. Untuk mencari kebenarannya beberapa pihak langsung kami panggil untuk dimintai klarifikasi. Langkah perbaikan dari kekurangan itu pun dipastikan telah kami laksanakan. Bahkan terkait pergantian salah satu Kepala Puskesmas tinggal menunggu waktu,” tegas Novi.

Itu sebabnya, Novi meminta kepada Ketua Fraksi PA DPRK Aceh Selatan agar memaparkan secara konkrit barometer pelayanan buruk di seluruh Puskesmas yang dimaksud itu seperti apa. Apalagi dikait-kaitkan dengan masa 2 tahun lebih pemerintahan Aceh Selatan dibawah kepemimpinan Alm. Bupati H. Azwir dan Wakil Bupati Tgk. Amran (AZAM).

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas terbukti justru di zamannya pemerintahan AZAM-lah terus meningkat. Hal itu terbukti, dari 12 Puskesmas yang telah di akreditasi sejak 2019 hingga 2020 lalu, 2 Puskesmas sudah mendapat predikat akreditasi utama, 9 madya dan 1 dasar. Ini merupakan sejarah baru bagi Aceh Selatan, sebab predikat ini baru ini kali pertama diraih, dari sebelumnya rata-rata hanya berada di peringkat dasar.

“Keputusan ini langsung dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI dari hasil penilaian beberapa aspek baik fasilitas infrastrukturnya, kelengkapan alat-alat kesehatan termasuk ketersediaan sumber dayanya baik tenaga dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Jika di generalisir seluruh pelayanan kesehatan Puskesmas di Aceh Selatan buruk, berarti sama artinya kompetensi tim akreditasi dari Kemenkes RI tak berkualitas,” sesal Novi.

Kemudian terkait ketersediaan tenaga dokter umum, menurut Novi, di masa pemerintahan AZAM-lah seluruh Puskesmas di Aceh Selatan tersedia dokter. Selain dokter berstatus PNS, Pemkab Aceh Selatan melalui Dinkes juga merekrut tenaga dokter kontrak dan mengusulkan tambahan tenaga medis dan tenaga kesehatan Nusantara Sehat ke Kemenkes RI.

“Alhamdulillah, dari usulan kita pada tahun 2020 lalu Aceh Selatan mendapat jatah sebanyak 80 orang tenaga dokter umum, dokter gigi, perawat, gizi, kesling dan promkes dari program Nusantara Sehat Kemenkes RI. Itu kan susah untuk mendapatkannya, tidak sanggup kita menggaji tenaga dokternya sampai Rp. 11 juta/bulan. Ditambah lagi tahun 2021 ini, dari pengajuan 42 orang disetujui sebanyak 37 orang, sehingga dalam waktu dekat ini akan datang lagi dokter umum, dokter gigi, perawat, gizi, kesling dan promkes yang akan ditempatkan di Puskesmas yang membutuhkannya,” papar Novi.

Pihaknya, sambung Novi, berkomitmen terus melengkapi berbagai kekurangan yang masih terjadi di Puskesmas-puskesmas. Seperti di Puskesmas Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Seubadeh Kecamatan Bakongan Timur, Krueng Luas Kecamatan Trumon Timur dan Buket Gadeng, Kecamatan Kota Bahagia. Selama ini tidak ada dokter gigi dan peralatannya, baru tahun 2020 lalu dipastikan telah tersedia dokter gigi lengkap dengan alat-alat kesehatannya yang baru.

“Di Puskesmas Buket Gadeng itu, sudah 4 tahun lebih tidak tersedia dokter gigi beserta alat-alat kesehatannya, baru tahun 2020 lalu semua impian masyarakat itu Alhamdulillah sudah kita penuhi. Saat ini, dipastikan seluruh Puskesmas di Aceh Selatan sudah memiliki dokter gigi,” ungkap Novi.

Selain itu, tambah Novi, sebanyak 2 Puskesmas yaitu Puskesmas Sedar Kecamatan Samadua dan Puskesmas Darussalam Kecamatan Labuhanhaji Barat yang telah lama dibangun namun belum di fungsikan selama ini, juga baru di masa Pemerintahan AZAM di fungsikan sehingga telah dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Dengan telah di fungsikan 2 Puskesmas ini cukup banyak masyarakat yang terbantu karena sudah semakin mudah mengakses pelayanan kesehatan. Khususnya Puskesmas Darussalam, ribuan santri yang menuntut ilmu agama di Pesantren Al-Waliyah Gampong Blang Poroh, sudah bisa terlayani di Puskesmas tersebut,” ujarnya.

Karena itu, Novi Rosmita mengajak semua pihak termasuk anggota DPRK Aceh Selatan agar sama-sama mengawal dan mendukung program pembangunan khususnya program dibidang kesehatan yang tengah dijalankan Pemkab Aceh Selatan dibawah pemerintahan AZAM.

“Kami berterimakasih kepada anggota DPRK Aceh Selatan yang tetap peduli dan terus mengawal kinerja Dinkes Aceh Selatan. Semoga sinergitas dan hubungan kerja yang telah terbangun cukup baik selama ini terus berlanjut ke depannya sehingga visi-misi ACEH SELATAN HEBAT yang di programkan pemerintahan AZAM dapat segera terwujud sepenuhnya,” pungkas Novi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here