Jakarta, Kasadar.com | Penularan virus corona diketahui utamanya terjadi melalui droplet atau percikan liur ketika bersin, batuk atau bahkan bicara keras-keras. Karena itu, selain patuh protokol kesehatan, hal lain yang diingatkan oleh para ahli kesehatan adalah perihal tertib etika batuk dan bersin.

Namun tak semua orang bertekad menerapkan etika ketika bersin atau batuk, yakni menutup hidung dan mulut dengan lengan dalam baju.

Alih-alih menunggu setiap orang patuh, ahli kesehatan merekomendasikan beberapa langkah yang bisa Anda praktikkan saat ada orang yang bersin atau batuk di dekat Anda.

Fredrick Sherman, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Mount Sinai menawarkan tips baru yang bermanfaat membantu Anda menekan penyebaran virus. Ia bilang, jika Anda berada dalam kondisi risiko tinggi di mana ada seseorang batuk atau bersin di dekat Anda maka ia menyarankan beberapa langkah.

“Segera buang atau embuskan napas untuk menghindari menghirup tetesan ataupun aerosol. Tutup bibir Anda agar bisa bernapas lebih lama. Balikkan kepala Anda, dan berjalan menjauhlah dari orang tersebut,” Sherman menyarankan dikutip dari The Atlantic.

Metode tersebut kata dia memang tak akan secara mutlak melindungi Anda dari Covid-19. Tapi setidaknya, dapat mengurangi sejumlah virus yang mungkin disebarkan oleh orang yang batuk atau bersin tersebut.

Seseorang akan cenderung lebih sakit jika menghirup virus dalam dosis yang tinggi. Jumlah waktu terpapar partikel yang terinfeksi juga penting dalam hal menentukan penularan, semakin lama Anda berada di sekitar mereka maka kian banyak waktu untuk virus masuk ke tubuh Anda.

Ahli menyampaikan saran tersebut menyusul masuknya musim dingin di sejumlah negara. Pergantian musim ini acapkali menyebabkan flu atau penyakit lain rentan menyerang seseorang sehingga mengakibatkan batuk ataupun bersin.

Tentu saja, terdapat langkah jangka panjang yang harus Anda ambil untuk mengurangi risiko Covid-19. Bahkan pada musim dingin, jika terpaksa bersosialisasi maka usahakan dilakukan di ruang terbuka.

Sebab menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), risiko penularan virus akan lebih tinggi ketika aktivitas dilakukan di dalam ruangan daripada di luar ruangan. Ini berhubungan dengan ventilasi dan luasan ruang (space) yang lebih sempit sehingga membuat orang sulit menjaga jarak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here