Kasadar.com, Aceh Timur | Kebijakan stikering yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat serta didukung penuh oleh pemerintah Aceh mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat kecil, terutama para tukang becak, angkutan umum seperti L300, jumbo, pelaku usaha kecil, dll. Demikian disampaikan oleh aktivis Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (lemkaspa) cabang Aceh Timur, Sanusi Madli, Ahad (30/8/2020)

“Alhamdulillah, kalau kita berdialog dengan masyarakat kecil, mereka sangat bersyukur atas kebijakan stikering tersebut, yang sebelum nya mengalami kesulitan untuk mendapatkan premium sekarang sudah lebih mudah,” ujar sanusi

Sanusi melanjutkan, BBM subsidi sangat diharapkan oleh rakyat kecil, terutama para pelaku usaha jasa transportasi seperti tukang becak, l300, jumbo, dll, apalagi dimasa pandemi covid 19, dengan pendapatan yang menurun, membuat mereka harus berhemat dalam pengeluaran, karena itu untuk mendapatkan BBM subsidi selalu menjadi harapan.

“Masyarakat kecil sangat berharap agar selalu mendapatkan bbm dengan harga murah, apalagi di era covid, pemasukan menurun drastis sementara pengeluaran tetap, karena itu kebijakan stikering ini sangat membantu mereka untuk mendapatkan bbm dengan harga lebih murah, yang sebelum nya mengalami kesulitan karena harus berkompetisi dengan mobil mewah dengan ukuran muatan yang besar, karena itu masyarakat berharap kebijakan ini dapat berlanjut, penambahan kuota bbm subsidi untuk aceh tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat, karena itu berkaitan dengan permen, sementara kebutuhan rakyat terhadap bbm murah hal yang urgens, karena itu penting untuk memaksimalkan kuota yang ada,” ungkap sanusi

Kebijakan stikering dianggap strategis dalam mengendalikan antrian serta mengawal agar bbm subsidi tepat sasaran, meskipun masih banyak mobil mewah yang tetap menggunakan stiker untuk mendapatkan bbm murah, namun dengan adanya stiker, jumlah mobil mewah dengan tangki besar yang memakaian bbm subsidi menurun drastis, karena itu kesempatan rakyat kecil untuk mendapatkan bbm murah menjadi lebih mudah.

“Memang harus kita akui, masih banyak juga mobil mewah yang menggunakan stiker agar mendapatkan bbm murah, tapi ini soal moral, soal kesadaran terhadap keadilan hak, hak rakyat kecil, dan ini butuh waktu untuk membangun kesadaran, namun pemerintah tidak boleh pesimis,” ujar sanusi

Karena itu kebijakan stikering tidak perlu dicabut, hanya saja perlu dievaluasi terkait kata kata serta edukasi terhadap masyarakat yang menggunakan mobil mewah agar merasa malu untuk menggunakan bbm bersubsidi.

“Kebijakan yang menguntungkan rakyat kecil harus kita dukung, jika ada yang kurang, bisa dilakukan evaluasi untuk perbaikan, kemudian edukasi agar yang memiliki kenderaan mewah tidak menggunakan bbm subsidi sebagaimana yang sudah pernah dilakukan oleh pertamina,” tutup mantan ketua DPM Unsyiah ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here