Kasadar.com, Subulussalam | Tim Rumoh Aspirasi TRH menggelar sosialisasi dan penyerahan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) usulan Teuku Riefky Harsya melalui KEMENDIKBUD-RI di Aula SMA Negeri Unggul Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Senin, (5/10/2020).

Kegiatan penyaluran beasiswa itu sudah dilakukan enam tahun berturut-turut oleh DPR-RI yang satu ini, dengan tujuan mendorong siswa untuk semangat dalam belajar.

Turut dihadiri, Wakil Wali Kota Subulussalam Drs. Salmaza, MAP, Anggota DPRK Subulussalam Dolly Cibro, SH, Ketua Tim TRH Subulussalam Zuheri Nasution, Koordinasi TRH, Misarbi, S.Pd, Kepala Sekolah SMAN Unggul Subulussalam Samsul Bahri, S.Pd, Joni Kapluk, perwakilan sekolah, wali murid dan siswa penerima manfaat.

Lintang Eka Yusnita salah seorang siswi SMKN 2 Simpang Kiri sebagai penerima beasiswa PIP berturut-turut dua kali, memberikan tanggapan bahwa
“Kami merasa senang atas beasiswa yang diberikan Bapak Teuku Riefky, kami terasa terbantu sekali”ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Febriadi siswa SMAS Raudhatul Jannah mengucapkan “terima kasih kepada Bapak Teuku Riefky yang dimana setiap tahunnya memberikan perhatian khusus buat kami dan berharap beasiswa PIP ini bisa disalurkan tahun selanjutnya” ,imbuhnya.

Saat penyerahan beasiswa secara simbolis Usulan Teuku Riefky Harsya di SMAN Unggul Subulussalam

Tenaga Ahli Teuku Riefky Harsya, Aidil Mashendra, S.Pd. S.Sos menjelaskan beasiswa PIP merupakan usulan TRH diluar kuota dinas/sekolah yang diusul setiap tahunnya melalui Kemendikbud-RI dengan mengacu pada Dapodik sekolah.

“Sebanyak 1.118 siswa sekolah Kota Subulussalam penerima PIP, baik tingkat siswa SD, SMP, SMA serta SMK, dengan nominalnya bervariasi” terang Aidil

Aidil juga mengatakan masih banyak di temukan nama siswa yang tidak bisa diusulkan sebab ada kesalahan Data Pokok Pendidikan sekolah.

“Saat pengusulan beasiswa tahun ini bersamaan dengan masa transisi Dapodik. Sebagai contoh: tidak ada nama, potensi rejeck, sudah SK, siswa dari madrasah/Kemenag, serta nama tidak valid”, ungkap, Aidil Mashendra, Tenaga Ahli DPR-RI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here