Pemko Banda Aceh Raih Indonesia Innovation Award

57

Kasadar.com, Banda Aceh |  Pemko Banda Aceh kembali menoreh prestasi di tingkat nasional dengan mendapatkan penghargaan Indonesia Innovation Award (IIA) 2019 dalam kategori khusus “Innovation on LKMS Mahirah Muamalah”. Penghargaan diserahkan oleh Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti RI, Jumain Appe, kepada Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kamis (25/4) malam, di Jakarta.

Penghargaan diberikan atas program Aminullah yang berinovasi dengan mendirikan lembaga keuangan mikro PT Mahirah Muamalah Syariah (MMS). Karena keberadaan lembaga sudah berperan dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Maka Pemko Banda Aceh ditetapkan menjadi pemenang Indonesia Innovation Award (IIA) 2019.

Ketua Dewan Panelis IIA 2019, Ophirtus Sumule mengatakan, tahun ini ada 70 lembaga yang mengikuti ajang tersebut. Terdiri atas 40 perusahaan dan 30 pemerintah daerah. “Proses penilaian telah dilaksanakan sejak Februari hinga April 2019 dengan melibatkan dewan panelis dari berbagai lembaga.” ujar Ophirtus Sumule.

Adapun lembaga yang terlibat dalam penilaian, rincinya, antara lain Kemenristekdikti RI khususnya Ditjen Penguatan Inovasi, Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS), ICT Institute, APEKSI, BISKOM, Bussiness Innovation Center (BIC), dan Dewan Riset Nasional (DRN).

Sementara Aminullah Usman mengatakan, penghargaan tersebut menjadi lebih spesial karena bertepatan dengan peringatan hari jadi Banda Aceh yang ke-814 tahun. “Lebih spesial lagi karena MMS juga berulang tahun pada 27 April. Ini tentu menjadi kado istimewa bagi Banda Aceh,” katanya didampingi Dirut PT MMS, T Hanansyah, seusai menerima penghargaan.

Mengenai pendirian PT MMS yang digagasnya sejak menjabat sebagai wali kota, Aminullah menyebutkan untuk membantu permodalan bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini tidak terjangkau oleh perbankan. “Bantuan yang disalurkan mulai dari Rp 500 ribu, dan sudah 1.000 lebih pengusaha kecil yang kita bantu. Sementara nasabah sudah mencapai angka 3.000,” katanya.

“Bantuan permodalan yang kita berikan ini untuk memerangi rentenir yang banyak menjerat pengusaha kecil di Banda Aceh. Selain sangat merugikan mereka, praktik rente yang mengandung unsur riba juga bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh,” Ujarnya.

Ia menambahkan, pendirian PT MMS merupakan salah satu upaya Pemko Banda Aceh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Banda Aceh adalah kota perdagangan dan jasa. Oleh karena itu, para pengusaha khususnya di dunia UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi kota perlu mendapat perhatian khusus.” tutupnya.

SUMBERaceh.tribunnews.com
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here