Kasadar.com,Jakarta| BPJS Kesehatan terus berupaya mengembangkan aplikasi Mobile JKN, baik untuk fasilitas kesehatan (faskes) maupun untuk peserta. Yang terbaru, menambahkan fitur berupa menu Konsultasi Dokter.

Lewat menu tersebut, peserta dapat berkomunikasi dengan dokter di FKTP tertentu tanpa harus bertatap muka secara langsung. Hal ini juga merupakan bagian dari penerapan physical distancing dalam upaya meminimalisir penularan Covid-19.

Susi Oktowaty, dokter dan penanggung jawab Klinik Mitra Sehati Kabupaten Bandung mengaku menu terbaru itu mempermudah dirinya menjalankan pekerjaan.

“Jadi ketika pasien baru merasakan gejala sakit ringan dan masih bisa ditangani tanpa harus datang berobat ke klinik cukup dikonsultasikan lalu saya kasih saran, nasihat dan kalau perlu saya anjurkan untuk membeli obat yang bisa dibeli tanpa resep. Bila pasien peserta JKN Klinik Mitra Sehati, saya tinggal menghubungi unit farmasi dan obat langsung dikirim dengan jasa ojek langganan kami,” ujar Susi, Rabu (29/4).

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer Watampone Kamaluddin Fakih mengatakan, aplikasi Mobile JKN Faskes memiliki empat menu utama, yakni Daftar Peserta, Contact Rate, Chat Room, dan jadwal.

“Saat ini, terdapat 4 Dokter Praktek Pratama dan 5 Klinik Pratama yang sudah terkoneksi dengan aplikasi Mobile JKN Faskes. Ke depannya seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), termasuk Puskesmas, dapat menggunakan aplikasi tersebut,” kata Kamaluddin, Selasa (28/4).

Kamaluddin menjelaskan, melalui Mobile JKN peserta dapat berkonsultasi secara daring dengan dokter FKTP pada jadwal online. Dokter akan menerima konsultasi tersebut melalui Mobile JKN Faskes di menu Chat Room. Baik peserta maupun dokter juga dapat mengunggah foto dalam sesi konsultasi.

Dengan demikian, Mobile JKN Faskes dipastikan akan memberi manfaat maksimal bagi dokter dan peserta. Selain kemudahan berkomunikasi, para dokter juga bisa memberi edukasi kesehatan secara personal melalui Chat Room, sesuai dengan permasalahan setiap peserta. Setelah menjalani sesi konsultasi, peserta dapat memberi penilaian dan umpan balik kepada dokter.

“Aplikasi Mobile JKN Faskes ini kami rasakan sangat membantu dan lebih memudahkan pasien untuk konsultasi juga pasien lebih terbuka menjelaskan keluhannya karena tidak kontak langsung. Kami juga lebih safe untuk mencegah corona,” tutur Kepala Klinik Polkes Denkesyah 07.04.03 Bone, Nuraeni.

BPJS Kesehatan mengungkapkan, pihaknya terus berupaya agar fitur konsultasi dapat tersedia di seluruh faskes, sehingga peserta JKN-KIS dapat mengakses layanan di wilayah masing-masing. Susi sendiri sempat menyebut kendala saat ini terletak pada pengguna Mobile JKN yang masih terbatas, dan bahwa tidak semua pasien dapat berkonsultasi lewat aplikasi, misalnya karena usia pasien yang sudah lanjut atau tidak memiliki ponsel berbasis android dan IOS.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here