Kasadar.com, Jakartal Pemerintah resmi menyetop sementara penerbangan langsung ke dan dari China mulai Rabu (5/2) tepat pukul 00.00. Kebijakan ini diambil demi mencegah penyebaran virus Corona yang awal merebaknya dari Wuhan, China.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, keputusan itu diambil setelah para menteri melakukan rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Keputusan ini tetap berlaku meski sudah dikritik oleh pihak China.

“Iya (tetap berlaku),” ujarnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2).

Selain menyetop sementara penerbangan langsung, pemerintah juga menghentikan sementara pemberian bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara China. Tak hanya angkutan udara, kebijakan itu juga berlaku untuk angkutan laut. Pemerintah menunda pelayaran dari dan ke China.

“Kalau kita bicara tentang mengapa itu dilakukan dan bagaimana dilakukan, Kemenhub mengacu kepada koordinasi dari pada me-manage bahaya corona dengan leading sektor Kemenkes dan Kemenlu,” ujar Budi Karya di Kemenhub, Jakarta, Senin (3/2).

Sementara itu untuk skema ganti rugi penumpang yang sudah membeli tiket akan ditentukan saat rapat dengan maskapai dan operator bandara yang rencananya digelar Rabu ini. Untuk sementara waktu Kementerian Perhubungan menyerahkan penyelesaian dengan penumpang tersebut kepada masing-masing maskapai.

“Ya kan kita secara informal sudah memberikan arahan untuk memberikan satu solusi kepada customer. Pasti mereka punya cara sendiri-sendiri ya. Kita bakukan setelah rapat. Nantinya kita bisa arahkan, tapi sementara kita serahkan (kepada maskapai),” tutur Budi Karya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here