Pengakuan Seorang PSK di Lhokseumawe

499

Kasadar.com, Lhokseumawe| Pekerja seks komersial (PSK) berinisi AL (21), yang diamankan polisi di sebuah rumah di kawasan Cunda mengaku terpaksa melakoni perkerjaan tersebut lantaran keterbatasan ekonomi.

Kepada polisi AL mengaku telah menjalankan bisnis haram itu sejak satu tahun lebih, selama ini dia dihubungi mucikari CB (26) dan CL (33) bila ada pria hidung belang yang memesannya.

“Dia memasang tarif Rp 300 ribu sekali melayani pria hidung belang,” kata Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Budi Nasuha Waruwu berdasarkan pengakuan korban.

Budi menambahkan, saat ini mucikari CB (26) dan CL (33) masih ditahan di Mapolres guna kepentingan penyelidikan kasus prostitusi yang melibatkan sejumlah wanita remaja di Lhokseumawe, sementara AL dan dua wanita PSK lainnya dikenakan wajib lapor, begitu juga dengan dua pria hidung yang diamankan saat penggerbekan sarang pelacuran tersebut.

“Mucikari CB dan CL saat dimintai keterangan oleh penyidik mengaku mereka awalnya hanya menyediakan tempat, namun lama-kelamaan karena para hidung belang banyak yang datang menyewa tempat mereka di situlah kedua mucikari mulai kenal PSK dan beberapa wanita remaja lainya,” kata Budi Nasuha kepada AJNN Rabu (18/10) siang.

SUMBERAJNN
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.