Pimpinan Cabang IMAB: Usut Tuntas Pelaku Pembakaran tiang-tiang Masjid At-Taqwa Muhammadiyah

178
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Aceh Besar

Kasadar.com| Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Aceh Besar melalui Ketua Bidang Hikmah PC IMM Aceh Besar, Muhammad Ikhsan Rizky Zulkarnain Rabu, (18/10/2017),  menanggapi pembakaran tiang-tiang pembangunan Masjid At Taqwa Muhammadiyah di Gampong Songso, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun.

Pembakaran yang terjadi Senin (17/10/2017) sekitar pukul 20:00 WIB menyulut kekecewaan pengurus Ortom Muhammaiyah ini dan menuntut pihak terkait segera mengambil tindakan “Kami mendesak kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku-pelaku pembakaran ini” Ujar Ikhsan  saat menghubungi redaksi kasadar.com via telepon seluler.

Kepada MPU Kabupaten Bireun dan Pemerintah Kabupaten Bireun agar membina umat agar tidak terjadi tindakan-tindakan anarkisme seperti ini lagi. Peristiwa ini mencerminkan perilaku keagamaan yang tidak menjunjung tinggi persaudaraan antar sesama umat Islam” Tegas Ikhsan lagi.

Meurut Ikhsan saat ini diera postmodern ini yang harus kita lakukan adalah mencari persamaan pemikiran dan aksi  sesama ummat Islam maupun secara kelembagaan antar ormas Islam untuk  bersama melawan kemiskinan, memberantas mental-mental korup, membebaskan masyarakat dari kebodohan dan fanatisme yang tak berdasar, serta membakar habis seluruh bentuk penindasan lainnya di Negeri Serambi Mekkah ini”.

Dari sekretariat Ketua PC IMM Aceh Besar Rahmad Kurniady melalui telpon seluler mengatakan “Sebenarnya jika kita melihat secara historis keberadaan Muhammadiyah sudah cukup lama di Aceh. Sejak tahun 1923, banyak tokoh-tokoh Pahlawan dan Ulama Aceh yang pernah bergabung dalam organisasi Muhammadiyah ini. Diantaranya adalah Daud Beureu’eh dan Tgk Hasbi Ash Shiddiqy”

“Adalah kemunduran jika ada segelintir masyarakat yang masih tidak mengenal organisasi modernis ini yang kontribusinya untuk negara Indonesia ini sangat besar, Tegas Rahmad Kurniady.

“Kami berharap peristiwa-peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi, dan proses dialog-dialog tokoh-tokoh agama yang terkait harus selalu digiatkan agar umat Islam di Aceh dan Samalanga khususnya terus menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan Ukhuwwah Islamiyyah di bumi Serambi Mekkah ini, Harap Ketua IMM Aceh Besar.

BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here