SEMA-FAH UIN Ar-Raniry Gelar Latihan Kepemimpinan

257

Kasadar.com, Banda Aceh | Senat Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Latihan Kepemimpinan Dasar (LKD) bagi mahasiswa FAH UIN Ar-Raniry, Rabu (25/4/2018) bertempat di Aula mini kampus setempat.

Kegiatan yang mengusung tema “menciptakan mahasiswa rasional, sustanable dan action” turut menghadirkan narasumber masing-masing, Dr. Bustami Abubakar, M.Hum selaku wakil dekan bidang kemahasiswaan dan kerjasama FAH, Muhazar, M.A dan Rahmad Syah Putra, M.Pd.

Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Syarifuddin, MA., Ph.D dalam sambutannya yang diwakili oleh Wakil Dekan I, Drs. Nasruddin AS, M.Hum mengatakan bahwa organisasi merupakan wadah untuk melatih diri, belajar memimpin. Karena menurutnya, masih banyak potensi-potensi yang tersembunyi pada diri mahasiswa.

“Sebenarnya masih banyak potensi-potensi yang ada pada diri mahasiswa, namun untuk mewujudkan potensi itu butuh wadah dan proses. Maka berproseslah, orang tanpa berorganisasi tentu tidak seberuntung orang yang berorganisasi,”kata Nasruddin

Ketua Pelaksana, M. Ilham Mansuridi dalam laporannya mengatakan kegiatan ini didasari karena keresahan pada realita mahasiswa sekarang yang sudah sangat apatis.

“Kegiatan ini di ikuti oleh 30 peserta yang berasal dari Fakultas Adab dan Humaniora”,kata Ilham

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Senat Mahasiswa FAH, Yanuari Yansyah, ia mengingatkan bahwa salah satu tugas dan fungsi mahasiswa adalah agent of change (agen perubahan). Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk selalu aktif dan bersuara. Namun pada kenyataannya, hanya segelintir mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus ataupun kelembagaan lainnya.

Mahasiswa jangan menjadi pelacur intektual

Sementara itu, Dr. Bustami Abubakar, M.Hum yang tampil pada sesi pertama mengingatkan mahasiswa khususnya Fakultas Adab dan Humaniora untuk tidak menjadi pelacur intelektual dengan terlibat pada politik praktis.

Sejatinya, kata Bustami mahasiswa selalu menjadi sorotan  karena sering kali di anggap sebagai jembatan nurani masyarakat yang mampu mewakili aspirasi mereka. Banyak perubahan besar dan nilai-nilai sejarah yang ditorehkan di negeri ini senantiasa menempatkan mahasiswa pada posisi terhormat.

“Dari aspek akademis tuntutan peran mahasiswa hanya ada satu yakni belajar, namun tidak semua hal bisa dipelajari di kuliah atau laboratorium karena salah satu wadah utama untuk belajar ialah berorganisasi”,kata Bustami

Selain itu, Muhazar yang tampil pada sesi kedua dengan tema menanamkan nilai kepemimpinan pada mahasiswa menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus punya karakter. “Menjadi aktifis bukan mengabaikan kuliah, namun seorang aktifis harus menjadi contoh dan harus berbeda dengan orang-orang yang tidak aktif dalam berorganisasi”,kata Muhazar.

Salah satu alasan, kenapa banyak mahasiswa kita sekarang ini yang lebih memilih apatis. Menurut Muhazar, salah satunya mereka tidak tertarik dalam berorganisasi karena mereka melihat rekan-rekan mereka yang bergabung dalam organisasi memiliki prestasi akademik yang lebih rendah dari rata-rata, padahal sebenarnya organisasi tidak pernah mengganggu kuliah.

Pada sesi terakhir, Rahmad Syah Putra, M.Pd dalam materinya yang berjudul manajemen pengelolaan diri dalam berorganisasi. Rahmad mengajak para mahasiswa untuk berorganisasi dengan hati dan tidak berhenti untuk terus belajar. Disamping itu, jadilah organisasi sebagai rumah kedua anda. [rilis]

BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.