Subhanallah! Setelah Tsunami 2004, Ditemukan Cadangan Minyak Bumi di Aceh Melebihi Arab Saudi

664

Kasadar.com |Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menemukan cadangan minyak dan gas (migas) 230 miliar barel di Simeulue, Provinsi Aceh.

Cadangan migas yang sangat besar itu muncul pascatsunami dahsyat menerjang Aceh.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mukhtar Tompo, di Makassar, Kamis (2/11/2017).

Disebutkan Mukhtar, potensi migas tersebut mengalahkan cadangan migas Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 220 miliar barel.

”Pas raker dengan kami, BPPT membuka potensi migas ini (230 miliar) di Simeuleu, Aceh. Kami kaget karena ini lebih tinggi dari cadangan minyak Arab Saudi,” ujarnya di Makassar, Kamis (2/11/2017).

Dia menjelaskan, cadangan migas ini merupakan misteri alam.

Sebab, munculnya setelah peristiwa tsunami pada 2004 lalu.

Menurutnya, saat terjadinya tsunami, lempengan-lempengan bumi yang mengandung migas berputar dan masuk ke wilayah Aceh.

”Tsunami bukan hanya berdampak ke kesusahan di Aceh tetapi menjadi berkah ke sektor migas,” jelasnya.

Untuk itu, dia meminta BPPT dan Kementerian ESDM menindaklanjuti temuan ini.

Alasannya, cadangan ini harus digarap maksimal, sehingga dapat mendorong peningkatan produksi migas nasional.

”Usai reses atau bulan ini, kita panggil BPPT, ESDM dan Pertamina untuk mengkaji temuan ini lebih lanjut,” tandasnya.

Sebelumnya Kepala BPPT Said Jenie, menjelaskan, temuan yang didapati di daerah cekungan busur muka setelah melakukan survei seismik di perairan barat Aceh dalam kedalaman 500-800 meter dari dasar laut yang mempunyai kedalamam 1.100 meter, mendapati perkiraan volume cadangan antara 17,1-10 miliar kubik.

“Bila diketahui 1 meter kubik cadangan 6,29 barel, volume total minimumnya adalah 107,5 miliar barel dan volume maksimum 320,79 miliar barel,” jelasnya.

Menurut Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi BPPT Yusuf Surahman, penemuan cadangan migas tersebut ditemukan pada porositas 30%. Porositas adalah potensi batuan mengikat minyak.

Biasanya, kata dia, dari potensi cadangan tersebut, kandungan minyaknya hanya 15%.

“Dengan demikian, cadangan minyaknya diperkirakan bisa sampai 53 miliar barel,” ungkapnya.

Said menambahkan, penemuan ini sudah dilaporkan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada penawaran untuk melakukan studi lanjutan dari PT Pertamina (persero).

“Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan dari Dirjen Migas Departemen ESDM,” kata Said.

Pengamat perminyakan dari Exploration Think Thank Indonesia Andang Bachtiar menyatakan, setidaknya memerlukan waktu tiga tahun untuk membuktikan cadangan minyak ini.

“Untuk biaya seismik ini saya perkirakan bisa US$5 juta-10 juta,” ujarnya.

Apabila cadangan minyak di Aceh ini memang terbukti, maka dapat dikatakan cadangan ini yang terbesar di dunia.

Sebagai perbandingan, jumlah cadangan terbukti untuk Arab Saudi sebesar 264,21 miliar barel dan jumlah cadangan untuk lapangan Banyu Urip, Cepu adalah sekitar 450 juta barel.

Lapangan migas dapat dikategorikan sebagai lapangan raksasa apabila volume cadangan terhitung mencapai 500 juta barel.

 

SUMBERTribunnews
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here