Sudirman Bantu Pengobatan TKI di Malaysia

93

Kasadar.com, Aceh Timur | Anggota DPD RI H Sudirman alias Haji Uma, mendengar cerita Saudah terkait suaminya M Ali Ubit yang koma tiga hari di rumah sakit Seri Manjung, Perak, Malaysia, akibat keracunan makanan di tempatnya bekerja di Malaysia, Kamis (21/2/2019).

IDI – Anggota DPD RI H Sudirman alias Haji Uma ikut membantu menyelesaikan persoalan sejumlah TKI asal Aceh di Malaysia. Haji Uma menemui Saudah (48) warga Gampong Blang Balok untuk mendengarkan langsung cerita Saudah terkait kondisi suaminya yang telah koma tiga hari di rumah sakit Seri Manjung, Perak, Malaysia.

Dalam kunjungann itu pada Kamis (21/2), Haji Uma menemui Saudah untuk mendengarkan langsung kondisi suaminya, M Ali Ubit yang sudah tiga hari koma di RS Seri Mandung, Malaysia. “Karena itu, saya ke Idi menemuinya untuk mendengarkan langsung secara jelas,” jelas H Uma kepada sejumlah wartawan di Idi.

Haji Uma juga berkoordinasi dengan Feri, TKI asal Aceh yang sedang menemani M Ali Ubit di rumah sakit di Malaysia tersebut. Feri mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, M Ali ubit didiagnosa keracunan darah akibat makanan, sehingga harus segera dioperasi, namun belum ada pihak yang bertanggungjawab.

“Majikan tempat M Ali bekerja di tambak ikan terkesan buang badan,” jelas H Uma. Pasca menerima laporan tentang kondisi M Ali dari Saudah, Haji Uma, juga langsung berkoordinasi dengan Ketua Kesatuan Aneuk Nanggroe (KANA) Nazaruddin alias Abu Saba.

Haji juga mengirimkan nomor kontak majikan M Ali yaitu Hafiz kepada Abu Saba, dengan harapan Abu Saba dapat membangun komunikasi dengan Hafiz terkait penanganan lebih lanjut terhadap M Ali. “Kita tunggu dulu hasil koordinasi antara Abu Saba dengan majikannya Hafiz. Jika nanti juga mentok dan tidak ada solusinya, maka kita akan lakukan langkah-langkah advokasi,” ujar Haji Uma.

Usai menampung aspirasi dari Saudah, H Uma dan rombongan melanjutkan perjalan ke Peureulak, untuk menjenguk Abdul Hadi (28). TKI asal Gampong Beusa Beuramoe, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur itu mengalami patah tulang leher akibat tertimpa kayu saat bekerja di daerah Pahang, Malaysia pada 7 Januari 2019 lalu.

Sebelumnya pemulangan Abdul Hadi ke Aceh sempat tertunda lama, karena terkendala dengan proses administrasi. Namun, berkat laporan pihak keluarga kepada H Uma, sehingga ikut membantu proses pemulangannya ke kampong halaman.

Sementara itu, istri M Ali Saudah, sangat mengharapkan kepada H Uma, dan semua pihak lainnya agar dapat membantu proses pengobatan suaminya di Malaysia, sehingga dapat segera dibawa pulang ke Aceh.

“Bagaimanapun caranya, saya berharap agar suami saya bisa dibawa pulang ke Aceh dan dapat diobati di sini hingga sembuh. Karena itu saya mohon bantuan H Uma dan pihak lainnya untuk membantu pemulangan suami saya,” harap ungkap IRT empat anak ini didampingi kakaknya, Hasnidar.

SUMBERaceh.tribunnews.
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here