Kasadar.com | Sebagai orang Muslim kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk membayar zakat. Membayar zakat juga termasuk dalam rukun Islam keempat.
Perintah Allah agar kita mengeluarkan zakat tercantum dalam Surat At Taubah ayat 103.

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ – ١٠٣

 

“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Lalu siapa saja orang yang berhak menerima zakat? Berikut 8 orang yang berhak menerima zakat sebagaimana tercantum dalam Surat At Taubah ayat 60 dan dikutip dari Badan Amil Zakat Nasional:

1. Orang fakir: Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.

2. Orang miskin: Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.

3. Amil: Mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.

4. Mu’allaf: Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.

5. Hamba sahaya: Budak yang ingin memerdekakan dirinya.

6. Gharimin: Mereka yang berutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.

7. Fisabilillah: Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad, dan sebagainya.

8. Ibnus Sabil: Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Orang yang menunaikan zakat disebut muzaki. Sementara orang yang menerima zakat disebut mustahik.

Zakat dibagi dua, yakni zakat mal dan zakat fitrah. Zakat fitrah dilakukan pada bulan Ramadhan atau menjelang Idul Fitri. Besaran zakat fitrah ditentukan 2,5 kg beras atau 3,5 liter beras. Sedangkan zakat mal atau harta dihitung 2,5 persen.

Dalam sumber yang sama disebutkan, menurut Peraturan Menteri Agama No 52 Tahun 2014, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam. Zakat dikeluarkan dari harta yang dimiliki namun tidak semua harta terkena kewajiban zakat.

Syarat dikenakannya zakat atas harta di antaranya:

1) harta tersebut merupakan barang halal dan diperoleh dengan cara yang halal;
2) harta tersebut dimiliki penuh oleh pemiliknya;
3) harta tersebut merupakan harta yang dapat berkembang;
4) harta tersebut mencapai nishab sesuai jenis hartanya;
5) harta tersebut melewati haul; dan
6) pemilik harta tidak memiliki utang jangka pendek yang harus dilunasi.

Demikianlah artikel orang yang berhak menerima zakat dan syarat berzakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here