Tim Pengabdian LPPM USK Jalin Kerjasama dengan Dua Gampong di Kemukiman Tungkop, Aceh Besar

4
196

Kasadar.com | Tim pengabdian dari Prodi Sosiologi melakukan penandatanganan kerjasama dengan dua gampong yakni, gampong Lampuja dan gampong Lam ujong yang berada dalam kemukiman Tungkop Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar.

Penandatanganan ini merupakan bentuk Tridharma Perguruan Tinggi yang diimplementasikan oleh Tim Pengabdian Masyarakat LPPM USK yang di Ketuai Oleh Dr. Masrizal, MA dkk, kerjasama ini memuat perjanjian kerja dalam penguatan softskill sosial aparatur gampong berbasis e-musrenbang dengan program jangka panjangnya menjadikan dua gampong tersebut menjadi gampong binaan Prodi Sosiologi Khususnya dan USK pada umumnya.

Penandatangan ini dilakukan langsung oleh Geuchik Gampong Lampuja, Mukhtaruddin dan Keuchik Gampong Lam Ujong Safrizal, ketua Tim Pengabdian, dengan disaksikan oleh Imum Mukim Zaini Abdullah dan Sekretaris Mukim, Irwandi, MH. Di samping itu, Kegiatan Ini dibalut juga dengan Fokus Grup Diskusi (FGD) yang menghadirkan Ibu Kepala Bappeda Aceh Besar, Rahmawati dan Bappeda Banda Aceh, Open Misbah yang membahas tentang Perencanaan pembangunan berbasis teknologi informasi atau yang lebih dikenal dengan e-Musrenbang.

Acara ini merupakan serangkaian acara hibah Pengabdian Masyarakat Dari LPPM USK dan juga sebagai pembelajaran kuliah lapangan juga untuk mata kuliah Pemetaan Sosial berbasis Case Method yang LP3M USK.

Imum Mukim Tungkop, M Zaini Abdullah, dalam sambutannya berharap pelaksanaan gampong binaan ini tidak hanya untuk dua gampong saja, namun juga bisa dilakukan untuk 12 gampong di Tungkop.

Hal senada juga dikatakan oleh Masrizal, “Semoga kedepannya bisa menjadikan gampong dalam wilayah kemukiman tungkop seluruhnya jadi gampong binaan prodi sosiologi karena sosiologi merupakan laboratorium nya adalah masyarakat, terutama dalam menjawab berbagai permasalahan masyarakat seperti konflik sosial dan fenomena sosial lainnya”. Ia juga menambahkan kegiatan MoA hari ini merupakan sebuah perencanaan strategis Prodi Sosiologi untuk menjadikan kedua gampong tersebut sebagai percontohan.

Acara ini juga dihadiri oleh aparatur kedua gampong dan juga mahasiswa kelas pemetaan sosial. Adapun anggota tim pengajar yang ikut serta dalam acara ini Khairulyadi, Firdaus Mirza Nusuary dan Dara Fatia, Ibnu Fonna, Cut Lusi Mentari yang merupakan dosen prodi Sosiologi.

Open Misbah yang merupakan Narasumber dari Bappeda Banda Aceh memandu pelaksanaan FGD mengatakan bahwa setiap kepala daerah terpilih wajib membuat perencanaan setelah 6 bulan setelah pemilihan. “perencanaan ini merupakan janjinya saat kampanye dan harus diikat dengan dokumen yang resmi”. Yang diatur dalam Permendagri dan undang-undang terkait lainnya.

Dalam pertemuan FGD tersebut juga para peserta antusias dalam bertanya, bahkan dari Ibu-ibu sebagai perwakilan perempuan berharap Musrena (Musyawarah rencana aksi perempuan) yang ada di Banda Aceh harapannya juga ada dikembangkan di Aceh Besar, khususnya di Gampong Kemukiman Tungkop, dengan tujuan agar aspirasi perempuan dapat terakomodir dalam Musrenbang. Acara ditutup dengan Doa dan Foto bersama serta penyerahan Plakat Dan Piagam Penghargaan kepada Kedua Gampong dan Narasumber.

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here