UEA Siapkan Dana Rp 7 T Untuk Investasi Wisata di Aceh Singkil

0
182

Kasadar.com | Uni Emirat Arab (UEA) akan mengembangkan beberapa proyek infrastruktur besar di Indonesia. Salah satunya resor pariwisata bernilai jutaan dolar di provinsi paling barat Aceh.
Hal itu dikonfirmasi dari menteri atas Emirat dan Indonesia, dilansir Arab News, Senin (8/3/2021).

Serangkaian perjanjian bisnis ditandatangani oleh kedua negara selama kunjungan Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazroui di Jakarta pada hari Jumat kemarin.

Perjanjian tersebut merupakan bagian dari kesepakatan senilai US$ 22,9 miliar atau setara Rp 327,47 triliun (kurs Rp 14.300) yang ditandatangani selama kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) di Abu Dhabi pada Januari tahun lalu.

Kesepakatan investasi yang juga mencakup energi, infrastruktur dan pertambangan, dipandang sebagai yang terbesar dalam sejarah Indonesia.

Proyek pengembangan resor pariwisata, yang menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan bernilai antara US$ 300 juta hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun hingga Rp 7,15 triliun, diharapkan akan dimulai di kabupaten Aceh Singkil pada bulan Mei mendatang.

Aceh, provinsi semi-otonom di ujung barat laut Pulau Sumatera, merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang memberlakukan Syariah.

“Saya pikir dalam waktu dua bulan, kita bisa melihat kemajuan proyek ini di kawasan Singkil,” kata Luhut.

Menanggapi pertanyaan dari Arab News, Al-Mazroui mengatakan bahwa beberapa pulau di lepas pantai utama Aceh telah diidentifikasi untuk menjadi resor tersebut.

“Mudah-mudahan tim bisa merampungkannya dan kita akan melangkah ke tahap selanjutnya untuk mendapatkan kesepakatan yang pasti,” katanya.

Perjanjian proyek tersebut ditandatangani oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Direktur Eksekutif Murban Energy Amine Abide. Murban Energy merupakan sebuah perusahaan UEA yang portofolio investasinya mencakup pengembangan resor mewah di Maladewa dan Seychelles.

Menurut pernyataan Duta Besar RI untuk UEA, Husin Bagis, salah satu pertimbangan untuk mengembangkan proyek di Aceh adalah hanya berjarak lima jam dari UEA dengan menggunakan pesawat. Dia mengatakan Abide telah mengunjungi sembilan pulau di Kabupaten Aceh Singkil yang masuk dalam daftar proyek.

Di antara perjanjian yang ditandatangani di Jakarta, yang menurut Al-Mazroui merupakan tindak lanjut dari yang ditandatangani di Abu Dhabi tahun lalu, adalah kesepakatan US$ 1,2 miliar antara perusahaan logistik UEA Dubai Port (DP) World dan kelompok Maspion Indonesia untuk mengembangkan pelabuhan dan kawasan industri di Gresik, Jawa Timur.

Kesepakatan lain yang ditandatangani pada hari Jumat, kata Luhut termasuk kesepakatan antara BUMN produsen senjata Pindad dan produsen senjata kecil UEA Caracal untuk mengembangkan senapan serbu, drone, dan teknologi sistem pertahanan.

LuLu Group International juga diharapkan memasuki negara Asia Tenggara, karena presiden direkturnya juga menandatangani perjanjian sewa properti pada hari Jumat untuk membuka hypermarket di pinggiran Jakarta.

Menteri Al-Mazroui mengisyaratkan bahwa kesepakatan lain mungkin juga menyusul setelah hubungan ekonomi yang baru ditempa antara UEA dan Indonesia.

“Beberapa kesepakatan baru telah dipertimbangkan, yang sebelumnya tidak dibahas, dan inilah sifat hubungan tersebut,” katanya.

Al-Mazroui adalah pejabat pemerintah tingkat tinggi pertama dari UEA yang mengunjungi Indonesia sejak penandatanganan perjanjian koridor perjalanan aman bilateral pada Juli tahun lalu.

Ia dan anggota delegasinya berada di Indonesia untuk menghadiri rangkaian acara Indonesia-Emirati Amazing Week yang diadakan di Jakarta, Solo, Bandung, dan Surabaya pada 1-8 Maret.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here