Kasadar.com, Banda Aceh l Sebanyak 10 mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry dilatih dan dibekali pelatihan jurnalistik, Jum’at (13/12/2019) bertempat di Ruang Rapat Lantai II, UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry menghadirkan narasumber tunggal, Redaktur Eksekutif Harian Serambi Indonesia dan Pembina Forum Aceh Menulis/FAMe, Yarmen Dinamika.

Ketua Pelaksana, Munauwarah Menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik yang mengusung tema “meningkatkan mahasiswa berpikir kritis, kreatif dan inovatif di era 4.0” merupakan rangkaian dari kegiatan Pekan Literasi Teknologi dan Informasi Mahasiswa (PELITA) ke III yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa khususnya generasi milenial dalam menumbuhkan semangat dalam menulis.

Sementara itu, secara terpisah Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan Nurhayati Ali Hasan MLIS mengatakan bahwa era teknologi digital membawa dampak yang sangat besar bagi dunia jurnalisme. Diera sekarang ini, manusia telah memasuki generasi Y dimana orang sangat tergantung dengan Internet.

“Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini menjadikan semua orang bisa dengan mudah membuat artikel, berita dan berbagai informasi lainnya untuk dibagikan melalui media sosial. Namun untuk menghasilkan produk jurnalistik yang baik maka kita harus memahami tentang dunia jurnalistik minimal tentang teknik menulis press release”,kata Nurhayati, Sabtu (14/12/2019).

Dalam materinya, Yarmen Dinamika mengatakan bahwa menulis bukanlah bakat, melainkan keberanian yang terus diasah, dibiasakan, dan mendapat apresiasi. Karena sejatinya, menulis adalah menghubungkan pikiran Anda dengan pikiran orang lain.

“Siapa pun bisa jadi penulis, kecuali yang tidak mau. Untuk bisa menulis, jiwa harus terisi penuh dengan bahan bacaan dan pengalaman. Karena penulis yang hebat adalah pembaca yang lahap”,kata Yarmen saat menjadi narasumber pelatihan jurnalistik, Jum’at (13/12) di Ruang Rapat Lantai II, UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry.

Untuk menulis berita, kata Yarmen selaku Pembina Forum Aceh Menulis bahwa persyaratan pokok yang dituntut adalah keterampilan dan kemampuan kita berbahasa yang baik dan benar. Menurutnya, dalam menulis berita, tidak perlu memilih kata-kata indah, puitis, dan mendayu-dayu. Bahasa berita adalah bahasa yang tegas, lugas, jernih, dan mengalir lancar seperti orang bertutur.

“Ingat, kelemahan umum dari kebanyakan penulis pemula adalah sangat sulit untuk memulai menulis dan tak tahu kapan harus berhenti. Kita harus menulis seperti orang berbicara. Gunakan gaya bahasa bertutur, sehingga tidak menyulitkan kita dan pembaca”,demikian pesan yarmen kepada para peserta.

Pelatihan Mendeley

Sementara itu, sebanyak 15 peserta dibekali teknik mengelola referensi karya ilmiah menggunakan Mendeley, Sabtu (14/12) bertempat di ruang multi media ICT UIN Ar-Raniry. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber sekaligus instruktur dari Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan, Nazaruddin, M.LIS.

Dalam pelatihan ini, kata Nurul Azmi selaku panitia pelaksana peserta dibimbing secara intensif mulai dari proses pendaftaran akun, instalasi aplikasi Mendeley Desktop, pengelolaan referensi ilmiah, hingga sitasi dan bibliografi menggunakan Mendeley.

“Dalam kesempatan tersebut, peserta dibekali cara instalasi software Mendeley, dan juga praktik langsung bagaiman cara mengelola referensi ilmiah mulai dari melakukan sitasi dalam Microsoft Word dan mengelola database referensi”,katanya, Sabtu (14/12).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here