UIN Ar-Raniry Jajaki Kerja Sama Ke Maroko

102

kasadar.com, Ar-Raniry| Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di perguruan tinggi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melakukan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi di Maroko untuk menjajaki kerja sama. Antara lain Universitas Malik al-Sa’di, Universitas al-Qarawiyyin, Universitas Moulay Ismail dan Muassasah Darul Hadis al-Hasaniyyah.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA melalui humas, Sabtu (14/10/2017) kepada media mengatakan, kunjungannya bersama beberapa pimpinan di UIN Ar-Raniry ke kampus-kampus ternama di Maroko merupakan upaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dikampus yang sedang dipimpinnya.

“Kunjungan dilakukan pada 4 hingga 7 Oktober lalu, dengan tujuan untuk menjajaki kerja sama dengan beberapa universitas di Nagara matahari terbenam itu. Kunjungan tersebut didampingi oleh staf bidang pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rabat, Dr Fauzan,” ujarnya.

Ia menyatakan, kunjungan muhibban ke Kerajaan Maroko tersebut untuk menjajaki peluang kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di sana, sebagai upaya untuk meningkatkan taraf UIN Ar-Raniry sebagai sebuah perguruan tinggi yang sepatutnya juga memiliki koneksi dan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan terkemuka baik dalam maupun luar negeri, ini akan menjadi salah satu kredit tambahan bagi universitas untuk mendapat penilaian yang baik dari Kemenristek Dikti.

Diceritakan, kunjungan yang dilakukan ke Universitas Malik al-Sa’di di Tetouan, bagian utara Maroko disambut langsung oleh Rektor Universitas Malik Prof. Huzayfah Amziyan bersama para wakilnya, dari perbincangan yang berlangsung lebih kurang 1 jam 30 menit, muncul beberapa ide bentuk kerjasama, salah satunya fokus pembicaraan pada program pengiriman beberapa dosen UIN Ar-Raniry untuk melakukan studi singkat ke Perguruan Tinggi tersebut.

“Pihak Universitas Malik al-Sa’di menyatakan siap menerima kunjungan para dosen UIN yang akan berkunjung dan melakukan studi singkat (dirasah qasirah) dengan program yang akan dirancang oleh pihak Malik al-Sa’di. Prof. Huzayfah didampingi wakil bidang penelitian Prof. Ahmad al-Musawi menjelaskan bahwa, pihaknya sudah sering menerima kunjungan para dosen dan mahasiswa dari luar untuk menetap di Universitas Malik al-Sa’di dalam beberapa bulan, terutama mereka yang berasal dari negara-negara Eropa,” kata Farid.

Pihak universitas Malik al-Sa’di berjanji akan menyiapkan draf MoU antara ke dua kampus itu yang akan disepakati dan ditanda tangani secara bersama dengan akan ada kerjasama real antara ke dua belah pihak, baik berupa pengiriman beberapa dosen UIN ke Universitas Malik al-Sa’di maupun sebaliknya.
Sementara itu, wakil direktur pasca sarjana UIN Ar-Raniry, Dr. Salman Abdul Muthalib yang ikut mendampingi rektor dalam rombongan tersebut menambahkan, kunjungan pimpinan UIN Ar-Raniry ke beberapa universitas ingin melakukan kerja sama fokus pada pertukaran pelajar serta membuka peluang bagi mahasiswa Aceh untuk melanjutkan pendidikan baik untuk strata magister maupun doktoral.

“Selama di Maroko, rombongan pimpinan UIN Ar-Raniry juga melakukan kunjungan ke beberapa kampus lain, di antaranya Universitas al-Qarawiyyin di kota Fes, yang merupakan universitas tertua di dunia, Universitas Moulay Ismail di Meknes dan Muassasah Darul Hadis al-Hasaniyyah di kota Rabat,” kata Dia.

Lebih lanjut Salman mengatakan, Rektor UIN Ar-Raniry yang didamping oleh Ketua Senat Prof. Rusjdi Ali Muhammad berkesempatan dapat menandatangani naskah kerjasama langsung dengan pihak Darul Hadis, di antara bahwa pihak Darul Hadis akan menerima mahasiswa asal Aceh terutama alumni UIN Ar-Raniry untuk melanjutkan pendidikan di sana, baik untuk strata magister maupun doktoral.

“Rektor Darul Hadis menekankan kepada Rektor UIN agar mahasiswa yang dikirim harus memiliki kemampuan Bahasa Arab yang baik, karena perguruan tinggi ini sangat menjaga kualitas lulusan, ketatnya sistem pembelajaran, sehingga jumlah mahasiswa yang diterima pada strata 2 dan strata 3 tidak boleh lebih dari 300 orang, hal ini mereka lakukan dengan cara melakukan seleksi penerimaan mahasiswa yang ketat,” ujar Salman mengutip hasil diskusi bersama pihak Darul Hadis. rilis]

BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here