Ustad H. Razali Daod saat mengisi acara Peringatan Maulid Nabi 1441 H, di Pondok Pesantren Darul Ihsan. (foto/fj).

Aceh Selatan – Kasadar.com | Sekjen Majelis Pengkajian Tauhid Tashawuf Asia Tenggara (MPTT Asean) Ustadz H. Razali Daod menyatakan bahwa, “Tauhid Shufi  bukan untuk merubah sistem atau ideologi sebuah Negara!”

Pernyataan tersebut dikatakan Ustadz H. Razali Daod  saat menyampaikan materi kuliah umum  pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat  MPTT di Pondok Pesantren Darul Ihsan, Gampong Pawoh, Kec. Labuhanhaji, Kab. Aceh Selatan, Sabtu (14/12/2019) yang di hadiri Ulama-ulama Nusantara, unsur Forkopimda Aceh Selatan dan juga dari Kabupaten tetangga serta ribuan jamah MPTT.

Usai penutupan acara, melalui wawancara dengan awak media, Uztadz Razali kembali menjelaskan maksud pernyataanya.

“Ajaran Tauhid Shufi bukan untuk merubah sitem atau ideology dari sebuah Negara, tapi untuk merubah jiwa manusia, khususnya kepada yang akan jadi pemimin,” kata Ustadz H. Razali Daod.

Sebab ajaran Tauhid Shufi mengajak kita semua serta para pemimpin, para tokoh dan ulama agar berlaku adil, bagus akhlaknya, bijaksana dalam memimpin dan agar mampu mendapatkan pertolongan Allah SWT untuk Negara juga untuk rakyatnya, “Karena itulah yang dikehendaki sebagai Khalifah,” ujar Ulama dari Malaysia tersebut.

Jadi, lanjut Ustadz Razali, jika seorang pemimpin, ulama dan para tokoh dalam sebuah negara mendapatkan Hal tersebut, terserah apapun system dan idiologi negaranya, “Niscaya, negara itu akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, rakyatnya akan terpimpin, terkendali, terpedomani bukan oleh kebijakan akalnya, akan tetapi oleh ilham-ilham yang baik dari pada Allah SWT. Sehingga rakyat dapat hidup rukun dan damai antar sesama,” terang Ustadz Razali.

Lebih lanjut Ustad Razali mengatakan bahwa, “Thauhid Shufi merupakan implementary  dari berbagai cabang keilmuan dalam agama Islam,” dewasa ini, “Hal tersebut ada pada  Abuya H. Syekh H. Amran Waly Al Khalidi. Dengan pertolongan Allah, beliau mengajak para pemimpin, para pemuka agama juga masyarakat, dan itu terlihat dari perubahan-perubahan yang terjadi pada pribadi-pribadi para muridnya juga lingkungan masyarakat yang dibinanya, baik di Indonesia juga belahan dunia lainnya. Wallahualam Bissawab,” demikian tutup Utadz Razali Daod. (FJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here