Kasadar.com, Cilacap | Sebuah video yang memperlihatkan kondisi Ustad Bahar bin Smith di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, beredar luas di dunia maya.

Video dengan durasi 4,36 menit tersebut beredar melalui sejumlah akun YouTube, Instagram, dan Twitter, Senin (25/5/2020).

Ustad Bahar tampak mengenakan kaus dan ikat kepala berwarna merah.

Dalam video tersebut, Ustad Bahar memberi kabar kepada keluarga, istri, anak, murid-murid, serta umat Islam di Indonesia.

Ustad Bahar menyatakan, sejak dijemput petugas dari pondok pesantren, kemudian dibawa ke Lapas Gunung Sindur dan dipindahkan ke Nusakambangan, dirinya dalam kondisi sehat.

“Mulai dari saat itu sampai sekarang saya dalam keadaan sehat walafiat, alhamdulillah. Dan mulai dari saat itu sampai sekarang saya diperlakukan dengan baik, saya diperlakukan dengan bagus, saya diperlakukan sesuai dengan prosedur, sesuai dengan SOP,” kata Ustad Bahar.

Bantah kabar mendapat kekerasan fisik Ustad Bahar membantah kabar yang menyebut bahwa dirinya mendapat kekerasan fisik selama di dalam lapas.

“Tidak ada seperti kabar di luar sana bahwa saya dipukuli, saya bonyok-bonyok, diginiian, diginiin. Petugas baik-baik, tidak ada pukul-pukul, semua bicara baik, bicara bagus dan lembut,” ujar Ustad Bahar.

Lebih lanjut Bahar mengatakan, sejak dipindah ke Nusakambangan, rambutnya telah dipotong. Hal itu sesuai dengan peraturan yang berlaku, di mana warga binaan pemasyarakatan (WBP) baru harus memotong rambut.

Terkait dengan penyakit lambung yang diderita, Bahar mengaku para petugas lapas selalu memberinya obat.

“Dan terakhir saya sampaikan kepada seluruh umat Islam, khususnya kepada murid-murid saya, dengan tidak adanya saya bersama kalian, jangan lantas menjadikan semangat kalian surut untuk membela agama, bangsa, dan negara yang kita cintai ini,” kata Ustad Bahar.

Penjara “supermaximum security”

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas 1A Batu sekaligus Koordinator Lapas se-Nusakambangan, Erwedi Supriyatno, belum dapat memberikan keterangan terkait beredarnya video tersebut.

“Mohon maaf sekali, saya belum bisa buat pernyataan apa-apa,” kata Erwedi melalui pesan singkat, Senin malam.

Diberitakan sebelumnya, Bahar dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur ke Lapas Batu Nusakambangan, Rabu (20/5/2020).

Lapas Batu menerapkan sistem supermaximum security. Setiap napi menempati satu ruang tahanan atau one man one cell.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here