Walhi Gugat Izin PT EMM – Pagi Ini PTUN Jakarta Bacakan Putusan

122

Kasadar.com, Banda Aceh |  Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (11/4/2019) akan membacakan putusan terkait gugatan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nasional bersama Walhi Aceh dan warga terhadap pemberian izin tambang PT Emas Mineral Murni.

Dalam perkara ini, Walhi melawan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) selaku pihak yang menerbitkan SK pemberian izin usaha pertambangan untuk PT EMM atas nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.

Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur kepada pewarta, mengatakan saat ini pihaknya sudah berada di Jakarta untuk mendengarkan putusan majelis hakim setelah melewati serangkaian persidangan.

“Sidang dijadwalkan pukul 09.00 nanti,” katanya kepada pewarta.

Sebelum putusan dibacakan, Muhammad Nur berharap masyarakat Aceh memberikan doa agar putusan atas gugatan yang meminta izin eksplorasi tambang emas oleh PT EMM seluas 10.000 hektare di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya dan Pegasing, Aceh Tengah segera dicabut.

“Kita minta pengadilan untuk memihak pada kepentingan lingkungan dan sumber kehidupan rakyat Aceh. Jangan lagi memutuskan perkara dengan menyampingkan kepentingan hidup orang banyak,” kata Muhammad Nur.

Walhi Aceh bersama mahasiswa, lanjutnya, telah melakukan berbagai strategi demi kepentingan sumber kehidupan atas air dan pertanian yang cukup produktif.

Sementara tambang hanya akan mengeruk dan menghancurkan hutan dan lahan secara otomatis bekas tambang tidak pernah akan bisa digunakan untuk kepentingan sumber kehidupan, sekalipun banyak pihak menyelatakan bisa di gunakan sebagai tempat wisata.

“Tentu itu bukan harapan warga Beutong dan Aceh Tengah karena jaminan itu hanya janji palsu yang belum pernah terjadi di republik ini,” ungkap dia.

Karena itu, dia meminta doa masyarakat Aceh dan mendukung pergerakan mahasiswa yang sedang berlangsung saat ini di Kantor Gubernur Aceh untuk menolak hadirnya perusahaan tambang emas tersebut di Aceh.

“Publik harus paham ini masalah serius yang akan dihadapi masyarakat Beutong Ateuh dan Aceh Tengah, bukan sekedar bicara investasi sesaat yang menguntung kelompok kecil. Tapi ini masalah sumber kehidupan rakyat yang tak akan pernah tergantikan apabila semua akan dikeruk demi setumpuk emas,” pungkasnya.

SUMBERaceh.tribunnews.com
BAGIKAN

KOMENTAR FACEBOOK

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.