Banda Aceh, Kasadar.com | Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memberi dukungan sekaligus meminta petugas Satuan Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) membersihkan Kota Banda Aceh dari segala bentuk pelanggaran syariat Islam serta menindak tegas para pelanggarnya.

Aminullah menegaskan tidak ada tempat bagi para pelanggar syariat Islam di Aceh, khususnya di Kota Banda Aceh.

Karena itu, Wali Kota Banda Aceh ini meminta dukungan dari semua lapisan masyarakat untuk melaporkan ke nomor pengaduan Satpol PP dan WH di Nomor 081219314001, setiap melihat ada indikasi pelanggaran syariat Islam di Pusat Provinsi Aceh ini.

“Tidak ada ruang sedikit pun bagi pelanggar syariat Islam di kota ini. Baik itu pelanggar khalwat, khamar dan maisir,” tegas Aminullah, dalam siaran pers Minggu (15/11/2020).

Aminullah menegaskan, hukuman akan diterapkan dan diberlakukan bagi siapa pun yang melanggar syariat Islam di Kota Banda Aceh.

“Tidak mengenal apa dia itu pejabat atau masyarakat. Semua sama dan akan dieksekusi atas setiap pelanggaran yang dilakukan, khususnya para pelanggar qanun jinayah,” sebutnya.

Aminullah mengungkapkan, semua itu dilakukan tidak terlepas dari cita-cita bersama bahwa Kota Banda Aceh harus bersih dari berbagai kemaksiatan.

Karena itu pinta Aminullah kepada seluruh warga Kota Banda Aceh tidak memberi ruang sedikit pun bagi para pelanggar syariat Islam.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada warga kota yang selama ini terus mengawal pelaksanaan syariat Islam di kota ini dan kami mohon segera dilaporkan apabila menemukan ada pelanggaran syariat Islam di lingkungannya,” ungkap Wali Kota.

Aminullah kembali meminta semua elemen pemerintahan dan masyarakat untuk ikut mendukung dalam memperjuangkan syariat di Ibu Kota Provinsi Aceh ini.

“Banda Aceh, sebagai representasi dari seluruh wilayah Aceh harus menjadi contoh dalam penerapan syariat Islam. Karena itu dibutuhkan partisipasi seluruh pihak agar Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah betul-betul terwujud,” pungkasnya

Di sisi lain Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko SSTP MSi, mengatakan, petugas Satpol PP dan WH akan selalu intens dan siap bekerja dalam meminimalisir berbagai tindakan pelanggaran syariat Islam di Kota Banda Aceh.

Kendati demikian, dukungan semua pihak sangat diharapkan dalam mengawasi serta melaporkan setiap ada pelanggaran syariat Islam, sehingga menjadi motivasi bagi petugas Satpol PP dan WH yang bertugas.

Ketika disinggung terkait penangkapan pasangan homeseksual atau penyuka sesama jenis di salah satu kos-kosan di Kuta Alam, Banda Aceh,

Heru mengungkapkan sejauh ini pihaknya masih menelusuri dan menyelidiki perbuatan liwath (perbuatan tidak senonoh sesama jenis) itu dari kedua pelanggar.

Karena, fakta baru yang terungkap dari pelanggar MU (26) pria yang mengontrak kos-kosan tersebut dirinya sudah tujuh kali berhubungan badan sesama jenis dan dilakukan di kontrakannya serta berbagai tempat di Banda Aceh.

Sementara dengan pasangannya, TA (34) pria ber-KTP Banda Aceh itu, dari pengakuan MU baru sekali dan keduanya kenal melalui jejaring media sosial aplikasi WeChat hingga keduanya sering berkomunikasi dan berlanjut ke pertemuan hingga berujung ke perbuatan liwath

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here