Kasadar.com, Jakarta | Aksi demonstrasi penolakan atas Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja yang baru saja disahkan oleh DPR RI begitu marak dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, baik oleh kelompok buruh maupun organisasi mahasiswa, tak terkecuali Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Beberapa tindakan represif aparat kepolisian terhadap masa aksi juga turut mewarnai aksi demonstrasi ini.

Wakil Sekretaris Jendral Bidang Ekonomi PB PMII, Hermansyah Putra mengecam keras terjadinya tindakan represif terhadap masa aksi.

“Saya sangat prihatin dengan para korban tindakan represif aparat dalam mengawal aksi penolakan Omnibus Law ini. Khususnya kepada para kader atau anggota PMII. Tindakan represif terhadap orang-orang yang menyalurkan aspirasi tidak boleh dibiarkan terjadi di negara yang menganut sistem demokrasi. Olehnya itu, saya mengecam keras tindakan represif yang dilakukan aparat keamanan,” ungkap Hermansyah dalam keterangan persnya, Sabtu (10/10/2020).

Menurutnya, Kapolri harus sigap menyikapi tindakan para anggotanya yang masih saja melakukan cara-cara represif dalam mengendalikan masa aksi.

“Pihak kepolisian mesti bertanggung jawab kepada para korban. Dan, saya berharap agar Kapolri berani dan sigap menyikapi para anggotanya yang masih saja melakukan tindakan represif. Jangan biarkan ini terus dan terus saja berulang, sebab kita pastikan bahwa Oraganisasi PMII bukan Oraganisasi Perusuh” pungkasnya.

Di akhir keterangan persnya, Hermansya berpesan kepada seluruh pengurus, kader dan anggota PMII se-Indonesia untuk terus mengawal dan melanjutkan gerakan di daerahnya masing-masing.

“Saya kira, kita sebagai warga pergerakan, jangan pernah surut untuk terus bergerak menyuarakan aspirasi rakyat. Omnibus Law Cipta Kerja sangat jauh dari semangat ekonomi kerakyatan, sehingga kita yang berada dan menyatu dengan rakyat harus terus menyuarakan penolakan ini. Terus kawal dan lanjutkan pergerakan sahabat-sahabat di daerahnya masing-masing,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here